Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora
Vol 8, No 1 (2022)

USAHA PERKEBUNAN GAMBIR DI KEPULAUAN RIAU PADA ABAD KE-19

dedi - arman (Badan Riset Inovasi Nasional)



Article Info

Publish Date
18 Jun 2022

Abstract

Gambir merupakan salah satu komoditas ekspor terpenting dari Kepulauan Riau pada masa kolonial Belanda. Namun, dalam perkembangannya, gambir seakan menghilang dan hanya tersisa di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Karimun. Penelitian ini menarik di tengah upaya pemerintah menggairahkan kembali jalur rempah di wilayah nusantara. Artikel ini bertujuan mengkaji usaha perkebunan gambir di Kepulauan Riau pada abad ke-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang dalam pengumpulan sumber menggunakan studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit gambir didatangkan dari Sumatra. Perkebunan gambir di Kepulauan Riau berbeda dengandaerah lainnya, baik kepemilikan maupun tata cara pengolahan. Gambir dipasarkan ke Singapura, Pulau Jawa, dan Siam. Keberadaan usaha perkebunan gambir membawa dampak sosial ekonomi. Gambir memberikan pemasukan bagi Kerajaan Riau Lingga dan pemerintah kolonial Belanda. Selain itu, ribuan pekerja gambir dari etnik Teochew (Tiociu) didatangkan dari Cina dan menjadi cikal-bakalkeberadaan orang Tionghoadi Kepulauan Riau. Pada akhir abad ke-19, usaha perkebunan gambir mengalami kemunduran. Penyebabnya, permintaan gambir di pasar internasional menurun. Usaha gambir makin sulit karena makin menipisnya cadangan kayu untuk pengolahan dampak kerusakan hutan yang parah.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

pangadereng

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora is an open access, a peer-reviewed journal published by Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan. ...