Partai oposisi merupakan instrumen penting dalam sistem politik hukum yang terjadi di parlemen atau di lembaga legislatif. Perannya sebagai Check and Balances System tentu sangat diharapkan sebagai penyeimbang antara kebijakan yang disahkan melalui suara-suara mayoritas (partai koalisi) pendukung pemerintah. Sebagai minoritas dalam menentukan arah dan kebijakan tentu oposisi harus mampu menghadirkan langkah-langkah nyata agar kehadirannya sebagai penyeimbang membuai hasil yang baik. Partai oposan harus mampu mempengaruhi keputusan strategis pemerintah dengan menyelipkan aspirasi rakyat di dalamnya yang dimulai dengan upaya-upaya kritik yang dapat memberi solusi nyata. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dan sifat penelitian ini adalah deskriptif-analitis. Penelitian ini menunjukan bahwa peran partai oposisi sebagai pengritik, pemberi saran dan lain sebagainya sejauh ini tidak efektif. Upaya-upaya memasukkan aspirasi-aspirasi partai dalam posisinya sebagai suara minoritas seringkali terganjal oleh sistem voting yang diterapkan parlemen, sehingga suara minoritas acapkali kalah dalam hal pengambilan keputusan dan kebijakan-kebijakan strategis pemerintah.
Copyrights © 2022