Perekonomian nasional berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak yang didukung oleh sektor pertanian. Peran sektor pertanian akan lebih optimal jika didukung dengan sistem perencanaan yang terpadu, berkelanjutan, dan diimbangi dengan penyediaan anggaran yang memadai berupa modal. Masalah modal merupakan masalah utama yang dihadapi petani, meskipun banyak petani yang mempunyai kemampuan untuk meningkatkan hasil pertaniannya jika tidak mempunyai modal yang memadai, maka petani tersebut tidak akan mampu untuk mengembangkan pertaniannya. Maka untuk mengatasi kekurangan modal tersebut, petani akan mengajukan permohonan pinjaman kredit ke lembaga pembiayaan baik yang formal maupun informal. Namun perkembangan kredit saat ini sudah meningkat khususnya kredit untuk sektor pertanian yang diprogramkan oleh pemerintah untuk meningkatkan ekonomi pedesaan yang merupakan daerah pertanian. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan kredit pertanian di Kabupaten Labuhanbatu Utara sudah diterapakan dengan baik namun tidak sepenuhnya untuk pengelolan pertanian kelapa sawit. Dengan tingkat kepercayaan 95% dihasilkan nilai uji koefisien determinasi 0,598 dapat disimpulkan bahwa hasil analisis pengaruh kredit pertanian terhadap kesejahteraan petani kelapa sawit tersebut dengan variabel penelitian mampu menjelaskan variasi tingkat pendapatan sebesar 59,8% dan sisanya sebesar 40,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam model estimasi.
Copyrights © 2022