Usaha peternakan unggas seperti ayam kampung dan ayam potong di Kabupaten Toba sudah berlangsung sejak lama dan jumlah usaha ternak cukup banyak yang tersebar di beberapa kecamatan. Namun, produksi daging usaha ternak unggas belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan daging di daerah Toba sendiri. Dari hasil studi lapangan di beberapa kecamatan di Toba ditemukan masalah utama yang sama yang dihadapi para peternak unggas tersebut diantaranya adalah keterbatasan dalam memproduksi bibit ayam yang dikenal dengan DOC (Day-Old Chick). Biasanya mitra harus membeli DOC dari luar kota yang jarak tempuh ke Toba sekitar 5 sampai 7 jam perjalanan, yang mana hal ini menyebabkan DOC menjadi stres selama di perjalanan sehingga saat sampai di Toba atau lokasi usaha mitra, kematian DOC sangat rentan terjadi. Selain proses perjalanan yang cukup lama tersebut, DOC juga tidak mampu beradaptasi dengan suhu di Toba karena perbedaan suhu yang cukup signifikan. Untuk mengatasi hal ini, kami ingin membantu peternak dengan memberikan mesin tetas otomatis. Diharapkan dengan adanya mesin tetas otomatis ini peternak dapat terbantu untuk menghasilkan DOC yang berkualitas dan tidak perlu lagi membeli DOC dari luar kota. Sehingga produksi daging maupun kebutuhan daging untuk masyarakat daerah Toba sendiri dapat terpenuh.
Copyrights © 2022