Latar Belakang: Cedera muskuloskletal merupakan suatu permasalahan kesehatan yang paling global dikarenakan prevelensinya yang cukup tinggi khususnya pada para pekerja. Rendahnya perilaku penanganan cedera muskuloskeletal dapat menimbulkan masalah kesehatan yaitu cedera muskuloskeletal. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Penanganan Cedera Muskuloskeletal Pada Penderita Cedera Di Kp Kalurahan Desa Cibatok 1 Kabupaten Bogor Metode: Jenis Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desaign Pre Eksperimental rancangan one group pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan di kp kalurahan rt 02 rw 05 desa cibatok 1 kabupaten bogor pada 10 November 2021 dengan sampel penelitian sebesar 36 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Kuesioner yang sudah di uji validitas lalu disebarkan dengan “door to door” dan data diolah dengan menggunakan uji Non Parametric wilcoxon signed ranks test. Hasil: Berdasarkan perilaku penanganan cedera muskuloskeletal pada penderita cedera saat pretest didapatkan hasil sebagian besar (66,7%) memiliki perilaku buruk sebesar 24 penderita. Dan saat setelah dilakukan pendidikan kesehatan saat posttest mengalami kenaikan yaitu sebesar penderita (88,9%) memiliki perilaku baik sebesar 32 penderita cedera. Hasil analisis menggunakan uji hipotesis Non Parametric Wilcoxon Signed Ranks Test didaptkan nilai p-value = 0,000. Yang artinya P value < 0,05 (Ho ditolak, Ha diterima) berarti “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Penanganan Cedera Muskuloskeletal Pada Penderita Cedera Di Kp Kalurahan Desa Cibatok 1 Kabupaten Bogor”.Kesimpulan: Perilaku penanganan cedera muskuloskeletal dapat dipengaruhi oleh pendidikan kesehatan yang dapat mengubah perilaku dan menambah pemahaman tentang penanganan cedera muskuloskeletal pada penderita cedera.
Copyrights © 2022