p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Wijaya
Ade Suryani
STIKes Wijaya Husada Bogor

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PENANGANAN CEDERA MUSKULOSKELETAL Ade Suryani
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 1 (2022): Volume 14 Number 1 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Cedera muskuloskletal merupakan suatu permasalahan kesehatan yang paling global dikarenakan prevelensinya yang cukup tinggi khususnya pada para pekerja. Rendahnya perilaku penanganan cedera muskuloskeletal dapat menimbulkan masalah kesehatan yaitu cedera muskuloskeletal. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Penanganan Cedera Muskuloskeletal Pada Penderita Cedera Di Kp Kalurahan Desa Cibatok 1 Kabupaten Bogor Metode: Jenis Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desaign Pre Eksperimental rancangan one group pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan di kp kalurahan rt 02 rw 05 desa cibatok 1 kabupaten bogor pada 10 November 2021 dengan sampel penelitian sebesar 36 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Kuesioner yang sudah di uji validitas lalu disebarkan dengan “door to door” dan data diolah dengan menggunakan uji Non Parametric wilcoxon signed ranks test. Hasil: Berdasarkan perilaku penanganan cedera muskuloskeletal pada penderita cedera saat pretest didapatkan hasil sebagian besar (66,7%) memiliki perilaku buruk sebesar 24 penderita. Dan saat setelah dilakukan pendidikan kesehatan saat posttest mengalami kenaikan yaitu sebesar penderita (88,9%) memiliki perilaku baik sebesar 32 penderita cedera. Hasil analisis menggunakan uji hipotesis Non Parametric Wilcoxon Signed Ranks Test didaptkan nilai p-value = 0,000. Yang artinya P value < 0,05 (Ho ditolak, Ha diterima) berarti “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Penanganan Cedera Muskuloskeletal Pada Penderita Cedera Di Kp Kalurahan Desa Cibatok 1 Kabupaten Bogor”.Kesimpulan: Perilaku penanganan cedera muskuloskeletal dapat dipengaruhi oleh pendidikan kesehatan yang dapat mengubah perilaku dan menambah pemahaman tentang penanganan cedera muskuloskeletal pada penderita cedera.
PENGARUH SENAM JANTUNG TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH Ade Suryani; Dianne Adha
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Number 2 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

orang di dunia menyandang hipertensi. Angka kejadian hipertensi di dunia saat ini telah mencapai 26,4% populasi dunia. Selain itu di wilayah ASEAN juga mendapat angka kejadian hipertensi yang cukup tinggi yaitu seperti di Thailand sebanyak 17%, Philipina 22%, Malaysia 29,9%. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam jantung terhadap perubahan tekanan darah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Pre Eksperimen dan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang memiliki tekanan darah tinggi dan besar sampel diperoleh 20 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 di Wilayah Puskesmas Leuwiliang. Hasil : Hasil penelitian rata-rata sebelum dilakukan perlakuan intervensi senam jantung adalah 140/93.5 mmHg. Sedangkan setelah dilakukan perlakuan intervensi senam jantung didapatkan rata-rata 133.5/87.5 mmHg Analisis uji statistik menggunakan uji Paired T-Test dengan hasil p-value 0,000 (p < 0,05) Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada signifikansi 5% terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian intervensi senam jantung terhadap tekanan darah. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh senam jantung terhadap perubahan tekanan darah pada lansia sesudah 9 kali pemberian intervensi senam jantung. Untuk itu diharapkan senam jantung dapat dijadikan sebagai salah satu alterna
HUBUNGAN SAFETY CULTURE DENGAN KEJADIAN NEEDLE STICK INJURY PADA PERAWAT Al Muhajirin; Ade Suryani
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Number 2 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Perkiraan tingkat penularan diantara 39,5 juta petugas tenaga kesehatan khususnya perawat di selurug dunia, 3 juta perawat diantaranya pernah mengalami kejadian needle stick injury atau cedera tertusuk jatum suntik. Di Indonesia, berdasarkan data kecelakaan kerja di Kabupaten Bekasi, dilaporkan sebanyak 1.294 kasus dimana diantaranya merupakan kasus kecelakaan kerja tertusuk jarum suntik. Kejadian tertusuk jarum suntik menjadi masalah serius yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan. Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat tertusuk jarum suntik yaitu infeksi virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV) dan human immunodeficiency virus (HIV). Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Safety Culture dengan Kejadian Needle Stick Injury pada Perawat di Ruang Rawat Inap Mawar dan Eboni RS PMI Kota Bogor. Metode: Jenis Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 56 perawat dengan teknik penggunaan sampel yaitu total sampling, serta instrumen penelitian yang digunakan adalan lembar kuesioner. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisa univariat dan bivariat. Hasil : Hasil penelitian didapat data, dari 56 perawat 35 perawat (62,5 %) berperilaku positif dalam melakukan safety culture. Serta, 41 perawat (73,2%) perawat tidak pernah mengalami kejadian needle stick injury. Berdasarkan hasil uji statistika dengan menggunakan creamer’s v p value ≤ 0,05. Kesimpulan : terdapat Hubungan Safety Culture dengan Kejadian Needle Stick Injury pada Perawat di Ruang Rawat Inap Mawar dan Eboni RS PMI Kota Bogor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan bagi tenaga kesehatan khusunya perawat untuk meningkatkan kembali kepatuhan penggunaan APD agar tidak terjadinya kecelakaan kerja.
HUBUNGAN SIKAP DENGAN PREHOSPITAL CARE CEDERA SERVIKAL PADA MASYARAKAT Ade Suryani
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Number 2 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam World Report on Road Traffic Injury Prevention, swkitar 1,3 juta orang meninggal setiap tahunnya dikarenakan kecelakaan lalu ;intas dan jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah menjadi 1,9 juta pada tahun 2020. Tentang kecelakaan tersebut 90% nya terjadi dinegara- negara berkembang termasuk Indonesia. Cedera servikal merupakan salah satu cedera tulang belakang terbanyak pada pasien trauma. Di Amerika tahun 2008 dari 100.000 kasus cedera tulang belakang, sebanyak 67% merupakan kasus cedera servikal. Penilaian awal dilakukan berdasarkan American Spinal Cord Association (ASIA) impairment score namun prognosis outcome sering tidak diperhatikan. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan sikap dengan praktik prehospital care pasien trauma Cedera Servikal pada masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif Analitik dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross sectional. Sampel riset sebesar 98 responden, dimana responden adalah masyarakat dari Rt: 04 dan Rt.02 Desa Kedung Jaya dan menggunakan Teknik rumus adalah Isaac and Michael dalam penelitian. Analisa Univariat dan Bivariat dengan uji chi-square. Hasil : Dengan menggunakan Uji Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square di dapatkan nilai p value 0.040 < 0,05 artinya (Ha diterima dan Ho ditolak). Dari nilai tersebut maka dapat disimpulkan ada Hubungan sikap dengan praktik prehospital care pasien trauma Cedera Servikal pada masyarakat. Kesimpulan : Peneliti berharap riset ini dapat memberikan gambaran dan acuan agar adanya sikap dan pemahaman pada warga dan masyarakat dalam melakukan penanganan kepada korban kecelakaan dengan Cedera Sevikal guna meminimalisir adanya komplikasi yang berlanjut.