Bali sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia berimplikasi terhadap semakin banyaknya terbuka lapangan pekerjaan yang dikerjakan khususnya bagi penduduk lokal yaitu orang Bali. Saat ini pola pikir orang Bali bekerja menjadi petani kurang menjamin kehidupan sehingga banyak yang beralih profesi bekerja di luar sektor pertanian. Kenyataan itu berpengaruh terhadap eksistensi Subak sebagai salah satu daya tarik pepariwisataan. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui secara pasti tentang berbagai kearifan local yang pernah mewarnai keberadaan Subak Di Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem; (2) untuk mengetahui secara pasti tentang kearifan local yang tidak dilaksanakan oleh krama (anggota) Subak Di Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.Landasan teori yang digunakan adalah (1) teori modernisasi yang sangat memengaruhi terjadinya perubahan sosial budaya; (2) teori perkembangan sosial yang membahas perkembangan masyarakat dari tradisional berubah menjadi modern. Sementara penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif. Data digali dari sumber data primer dan sekunder sehingga teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Pengolahan (analisis) data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa lebih banyak kegiatan yang merupakan kearifan lokal yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh krama (anggota) subak di Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem secara individual tidak lagi dilaksanakan. Begitu pula kegiatan subak dalam ruang lingkup desa seperti mendak toya (menyambut air) yang diikuti penyembelihan hewan kerbau di sumber air tidak lagi dilaksanakan
Copyrights © 2022