Minat belajar diartikan sebagai suatu rasa lebih dan keterikatan pada suatu hal atauaktivitas tanpa adanya paksaan. Minat belajar mempengaruhi prestasi belajar pesertadidik dalam mencapai tujuan hidup.Masa remaja merupakan masa yang paling rawanterhadap pengaruh-pengaruh negative.Oleh sebab itu, bimbingan dari segi agama sangatpenting untuk disampaikan kepada para remaja. Pembelajaran Agama Buddhamemberikan perlindungan rasa aman ,terutama bagi remaja yang sedang mencarieksistensi dan jati diri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu berupa datatertulis maupun lisan dari orang dan prilaku yang diamati, Subjek dalam penelitian iniadalah remaja buddhis, mahasiswa dan orang tua.Studi kasus meyimpulkan linkungandan perkembangan zaman mempengaruhi remaja dalam mengambil keputusan sertadukungan teman sebaya setelah memasuki perkuliahan Agama Buddha sangatlahpenting,agar, lebih memahami dan bergandengan tangan dalam pembelajaran agama.Peranan orang tua dalam merawat, mendukung,serta membimbing dan mengarahkananak-anak yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan dalam tahap perkembanganpencapaian kedewasaan sikap, masing-masing membentuk kepribadian yangmemberikan dampak positif terhadap cara pembelajaran para remaja dalam AgamaBuddha, khususnya di tingkat perguruan tinggi. Analisis hasil wawancara minat remajamasih minim terhadap Sekolah Tinggi Agama Buddha.Evektivitas minat belajar remajamendapatkan kontribusi yang positif dan signifikan dari peranan keluarga.Minat belajarremaja berpengaruh adanya peranan tokoh masyarakat yang berfungsi sebagaipengawas perkembangan lingkungan dan keluarga .Dorongan dan program pendidikanyang kurang diketahui remaja budhis serta motivasi dari sejak dini berdampak padakeyakinan remaja untuk belajar Agama Buddha.Hasil penelitian ini diharapkan dapatmembeikan masukan yang berguna kepada Perguruan Tinggi Agama Buddha.
Copyrights © 2022