Salah satu seni di Minangkabau adalah seni ukir (Ukia). Seni ukir merupakan bagian dari arsitektur Minangkabau yang tak kalah menarik dari seni lainnya, dimana setiap ukirannya tersirat makna tentang kehidupan. Salah satunya bisa dilihat pada dinding bangunan Istano Pagaruyung. Akibat perkembangan teknologi yang pesat dan budaya asing yang masuk, membuat generasi muda semakin kurang peduli dan kurang mencintai budayanya sendiri. Hal ini disebabkan karena kurangnya minat, kesadaraan, kepedulian, ketertarikan serta kurangnya informasi mengenai budaya itu sendiri. Perancangan ini bertujuan menciptakan media informasi motif ukiran Istano Pagaruyuang dalam bentuk Augmented Reality (AR). Teknologi augmented reality ini bisa menampilkan objek tiga dimensi (3D) dan informasi dalam bentuk teks dan sound, dari semua ukiran yang ada di Istano Pagaruyuang. Cara penggunaan teknologi augmented reality dengan cara scanning atau memindai objek yang telah disediakan melalui kamera smarphone. Informasi yang disampaikan menggunakan teknologi AR yang telah dikembangkan melalui platform mobile android. Metode pengumpulan data pada perancangan ini adalah metode kualitati melalui tahapan observasi, tahapan wawancara, tahapan studi pustakan dan tahapan data visual. Metode analisis data yang digunakan adalah dalam bentuk SWOT. Media utama pada perancangan ini adalah aplikasi AR dan media pendukung pada peracangan ini adalah website, video promosi, poster, stiker, tote bag, t-shirt dan pin.
Copyrights © 2022