Hambatan belajar TIK sering dirasakan oleh siswa sekolah menengah pertama, sehingga banyak siswa yang kurang menyenangi pelajaran TIK karena dianggap sulit. Kesulitan belajar yang banyak dirasakan siswa dalam belajar TIK harus segera dicarikan solusi yang tepat agar tidak menjadi beban siswa dan mampu mengangkat prestasi hasil belajar siswa Kelas VIII F khususnya, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar yang tercermin dalam perolehan nilai evaluasi yang tinggi. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberi tekanan pada latihan prestasi (achievement training). Anak-anak dibiasakan berikhtiar mencapai hasil kerja maksimal dan percaya diri akan kemampuannya. Dengan kata lain ia dibiasakan untuk bertanggung jawab dan menemukan maslah sendiri. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu rangkaian yang saling terkait dan mendukung sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VIII F Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi dalam belajar TIK, hal ini terbukti dari hasil penelitian dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terdapat peningkatan yang signifikan rata-rata siklus I (69,84), meningkat pada siklus II (79,22), dan pada siklus III (86,25), sedangkan ketuntasan hasil belajar secara klasikal dari siklus I (65,63 %), meningkat pada siklus II (78,13 %), dan pada siklus III (87,50 %) sehingga ketuntasan secara klasikal pada siklus III tercapai. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang tepat dan mendukung sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VIII F Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi khusunya dalam mempelajaran pelajaran TIK.
Copyrights © 2022