Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran Produk Pastry dan Bakery khususnya pada standar kompetensi Membuat roti soft roll dan hard roll sangat rendah, yakni 42,86% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 57,43. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Blended Learning in Online Context (Virtual Class). Apabila guru menerapkan model pembelajaran Blended Learning in Online Context (Virtual Class) diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Membuat roti soft roll dan hard roll. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 5 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Membuat roti soft roll dan hard roll melalui metode Blended Learning in Online Context (Virtual Class) pada siswa Kelas XII A1 SMK Negeri 2 Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021. Peranan Model Pembelajaran Blended Learning in Online Context (Virtual Class) dalam meningkatkan kemampuan mata pelajaran Produk Pastry dan Bakery ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 71,86; siklus II 74,86; dan siklus III 80,43. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 62,86%, siklus II meningkat menjadi 74,29%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 94,29%.
Copyrights © 2022