Nyuli: Jurnal Pemikiran Sosial dan Politik
Vol. 3 No. 1 (2022): NYULI, Jurnal Pemikiran Sosial dan Politik

Solidaritas “Hapumpong” Masyarakat Dayak dan Tantangan Koinonia Gereja di Era Kenormalan Baru

Merilyn (Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya)



Article Info

Publish Date
08 Jul 2022

Abstract

Solidaritas “Hapumpong” Masyarakat Dayak dan Tantangan Koinonia Gereja di Era Kenormalan Baru PSBB dan social and physical distancing yang diberlakukan turut mengubah metode berkoinonia gereja. Dalam konteks masyarakat Dayak, koinonia itu dikenal dengan hapumpong. Hapumpong merupakan potensi lokal yang konsepsional yang oleh jemaat dihadirkan di dalam gereja. Keduanya memiliki nilai yang sama membangun solidaritas. Di era kenormalan baru ini, koinonia gereja yang identik dengan perjumpaan secara fisik menghadapi tantangan. Di tengah tantangan itu, gereja harus mampu menemukan metode ber-koinonia baru dengan nilai solidaritas yang sama dalam jemaat. Tulisan ini mengungkapkan mengenai masyarakat Dayak dalam menghidupi solidaritas hapumpong sebagai yang menghidupi iman, pengharapan, dan kasih umat Tuhan menjadi tantangan tersendiri terhadap panggilan koinonia gereja di era kenormalan baru ini. Hapumpong, Solidaritas, Dayak, Koinonia, Era Kenormalan Baru, Gereja

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

NYULI

Publisher

Subject

Arts Humanities Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Keilmuan bidang ilmu pemerintahan, politik dan sosial-humaniora: Pemikiran Politik, Politik Indonesia, Ekonomi Politik, Politik Internasional, Politik Lokal, Perbandingan Politik, Governance, Sosial-humaniora, Politik Keagamaan, Kebijakan Publik, ...