Jurnal Teologi Amreta
Vol. 5 No. 2 (2022): Holy Spirit inside: How the Holy Spirit works through us and within us

Mindset Health: Embracing Failure as a Paradox of Learning Pedagogy in Higher Education

Yahya Afandi (STT Satyabhakti)



Article Info

Publish Date
01 Aug 2022

Abstract

Kegagalan adalah salah satu fakta kehidupan yang tidak mudah untuk ditangani, khususnya oleh seorang dewasa. Alih-alih menarik pelajaran penting dengan saksama dan detail dari kegagalan yang dialami, ia justru berusaha sejauh mungkin menghindarkan diri dari fakta ini. Artikel ini hendak menyajikan hasil pemikiran Carol Susan Dweck, salah satu Profesor Psikologi dari Stanford University, dalam melakukan pengamatan menarik tentang mekanisme penanganan fakta kegagalan. Dari pengamatannya, Dweck menyadari bahwa kualitas manusia, seperti keterampilan intelektual dapat dikembangkan. Dalam banyak disiplin ilmu, karya Dweck tentang “mindset” atau pola pikir, telah dikaitkan dengan berbagai keberhasilan akademik para peserta didik. Melalui penelitiannya tersebut, Dweck memperkenalkan dua istilah, yaitu “fixed and growth mindset” yang menjelaskan akibat dari keengganan terhadap risiko dan kegagalan dalam perkembangan pembelajaran. Kelompok dengan pola pikir tetap “Fixed Mindset” (FM) memandang sifat dan kecerdasan sebagai bawaan yang cenderung mengikat identitas antara kesuksesan dan kinerja, yang sering menyebabkan ketidaknyamanan terhadap kegagalan. Sedangkan orang- orang dengan pola pikir berkembang “Growth Mindset” (GM) memandang diri mereka sendiri sebagai sesuatu yang dapat berubah melalui pembelajaran, termasuk kebutuhan untuk mencoba hal-hal baru untuk maju. Orang dengan pola pikir berkembang mengaitkan kesalahan dan kegagalan dengan pembelajaran serta peningkatan yang positif—bukan hal negatif. Melalui tema ini, penulis menawarkan “embracing failure” sebagai sebuah paradoks pedagogis yang penting untuk menjalani dinamika proses pembelajaran teologi secara kritis dan kreatif sekaligus proses pembentukan diri sebagai seorang pelayan Injil yang berdaya lenting dan relevan di tengah era disruptif ini.   === Abstract Failure is a difficult reality to accept, especially as an adult. Instead of carefully and thoroughly drawing important lessons from his failures, he attempted to avoid this fact as much as possible. This article would like to present the ideas of Carol Susan Dweck, a Stanford University Professor of Psychology, who has made some interesting observations about the mechanism for dealing with the fact of failure. Dweck realized that human qualities, such as intellectual skills, could be developed based on her observations. Dweck's work on "mindset" has been linked to various academic successes of students across many disciplines. Dweck's research introduced two terms, "fixed and growth mindset," which describe the effects of risk aversion and failure in learning development. Groups with a "Fixed Mindset" (FM) view traits and intelligence as innate, which tends to tie the identity between success and performance, causing discomfort when a failure occurs. People with a growth mindset (GM), on the other hand, see themselves as something that can change through learning, including the need to try new things in order to advance. Mistakes and failures are associated with positive learning and improvement in people with a growth mindset, not negative ones. Through this theme, the author proposes "embracing failure" as a pedagogical paradox necessary for critically and creatively experiencing the dynamics of the theological learning process, as well as the process of self-formation as a resilient and relevant gospel minister in the midst of this disruptive era.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

amreta

Publisher

Subject

Religion Humanities Other

Description

Amreta Theology Journal is a bilingual semi scientific journal aimed at developing and advancing written works in the fields of ...