Perilaku masyarakat sering menggunakan dwibahasa dalam percakapan dengan mitra tutur yang sudah saling kenal atau akrab, sehingga menimbulkan adanya interferensi atau penyimpangan-penyimpangan bahasa. Di tengah maraknya kasus virus corona membuat masyarakat sering membahas kasus tersebut yang menimbulkan adanya perbedaan bahasa. Penyimpangan yang terjadi dalam percakapan sehari-hari salah satunya adalah percakapan masyarakat tentang covid-19 yang sedang menjadi kasus pandemi. Tujuan analisis ini untuk mengetahui interferensi, campur kode dan alih kode dalam percakapan masyarakat desa tentang kasus covid-19. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang ingin mengkaji penyimpangan bahasa. Penelitian ini dilakukan di Dusun Ngakar Madiun dengan subjek masyarakat desa Ngakar Madiun di rumah maupun di lingkungan masyarakat (poskamling). Jumlah responden yang terlibat sebanyak 10 orang. Objek analisis ini adalah percakapan tema covid-19 yang difokuskan pada dialek, interferensi bahasa Indonesia yang terjadi dalam pemakaian bahasa Jawa pada percakapan. Data diperoleh dengan teknik simak dan catat, hasilnya disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasilnya menunjukan bahwa interferensi terdapat dalam percakapan masyarakat tentang covid-19, yang terjadi dalam bidang kebahasaan seperti interferensi leksikan, adanya alih kode dan campur kode yang diakibatkan penggunaan kosa kata bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa.Kata kunci: alih kode, campur kode, covid-19, interferensi
Copyrights © 2022