Novel Kisah Sedih di Hari Minggu (Tragedi) karya Upay mengangkat isu gangguan mental berupa Baby Blues Syndrome yang dialami oleh tokoh. Penelitian bertujuan mengungkapkan aspek kepribadian tokoh utama dan tokoh pendukung dalam novel berdasarkan struktur kepribadian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan psikologi sastra menurut Sigmund Freud. Sumber data novel berjudul Kisah Sedih di Hari Minggu (Tragedi) karya Upay yang diterbitkan 2016. Data dalam penelitian ini berupa teks narasi dan dialog yang menggambarkan aspek psikologis tokoh. Teknik pengumpulan data dengan cara teknik baca dan teknik catat. Adapun tokoh-tokoh yang diteliti dalam penelitian ini meliputi tokoh utama bernama Riana dan tokoh pendukung bernama Ibunda Robert. Hasil penelitian menunjukkan tokoh Riana memiliki kepribadian yang seimbang. Seimbang berarti bahwa kepribadian dalam diri tokoh mampu menggerakkan id dan ego yang dikendalikan oleh superego dalam diri seseorang sama beratnya. Superego dalam diri tokoh Riana berfungsi dengan semestinya. Artinya superego tokoh Riana mengarahkan id dan ego dalam dirinya ke arah yang lebih bermoral. Tokoh Ibunda Robert memiliki struktur kepribadian yang tidak seimbang (adanya ketimpangan superego dalam diri seseorang menjadikan ego dalam dirinya dikuasai oleh id) antara id, ego, dan superego. Ketidakseimbangan terdapat pada superego dalam diri tokoh Ibunda Robert. Ego tokoh Ibunda Robert telah didominasi oleh id sehingga superego dari tokoh Ibunda Robert tidak berfungsi dengan semestinya. Begitu besarnya tekanan dan desakan dari id yang disalurkan melalui ego membuat struktur kepribadian superego tidak berfungsi hingga mengakibatkan terjadinya perilaku yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.Kata Kunci: novel, psikologi sastra, tokoh utama, tokoh pendukung
Copyrights © 2022