Fenomena beberapa waktu lalu membuat seluruh mata terperangah, kata-kata singkat yang pantas ditujukan kepada para spekulan pasar minyak goreng mungkin; tega-teganya para pelaku pasar ekonomi dalam negeri ini permainkan harga hingga rakyat menengah ke bawah mengalami kesulitan untuk memperbaiki urusan dapur mereka setelah badai berturut-turut menimpa masyararakat menengah ke bawah ini. Setelah dua tahun lamanya diharuskan bekerja dan beraktifitas di dalam rumah saja karena lockdown termasuk anak-anak sekolahan dan kuliahan ikut turut di lockdown sehingga harus bertahan hidup di rumah saja, hingga tidak sedikit angota keluarga terkena PHK, dirumahkan, sepinya dunia usaha, pengurangan tenaga kerja, dan lain sebagainya sehingga krisis minyak goreng menjadi semakin komplit kesulitan dapur dan kehidupan masyarakat menengah ke bawah. Berdasarkan fenomena inilah kiniscayaan kehadiran negara dalam hal ini pemerintah beserta aparatur negara yang terkait menjadi kemutlakan memunculkan beberapa pertanyaan besar karena peran para oligarki yang seringkali turut mewarnai. Penulis akhirnya menggarisbawahi di sini jika bangunan filosofi negara yang bercirikan keadilan sosial sedang dipertaruhkan berhadapan dengan bangunan filosofi para pengusaha yang bercirikan profit ekonomis sedang dipertontonkan di hadapan khalayak ramai.Kata Kunci: filosofi negara, filosofi oligarki, krisis minyak goreng
Copyrights © 2022