Banjir adalah suatu kondisi dimana kondisi tidak tertampung air dalam saluran pembuang (palung sungai) atau terhambat aliran sungai air didalam pembuang. Dimana desa aNalahumbuti sering terkena banjir karena secara teknik belum dilakukan sehingga mengakibatkan rumah-rumah warga , persawahan, tempat ibadah ,sekolah yaang terendam banjir. Tujuan dari penelitian ini yaitu dengan mendesain saluran yang layak. Perencanaan drainase sebagai upaya penaggulangan banjir menggunakan Metode Empiris di desa Analahumbuti kecamatan Anggotoa penulis menggunakan beberapa Metode diantaranya Metode Gumbel,Metode Haspes, Metode Weduwen untuk menganalisi curah hujan dan untuk mengetahui debit banjir banjir penulis menggunakan Metode Rasional, Metode Hasper, dan Metode Weduwen sedangkan dalam perencanan menggunakan Metode Rasional. Dalam menganalisis semua data saluran dimensiyang diketahui adalah Saluran Primer :Lebar saluran (B)= 1,3 meter, tinggi saluran (h)= 1,49 meter, tinggi jagaan air (w)= 0,51 meter. Saluran Sekunder pada titik A:Lebar saluran (B)= 0,8 meter, tinggi saluran (h)= 1,3 meter, tinggi jagaan air (w)= 0,4 meter. Saluran Sekunder pada titik B: Lebar saluran (B)= 0,8 meter, tinggi saluran (h)= 1 meter, tinggi jagaan air (w)= 0,4 meter.
Copyrights © 2022