Salah satu peluang bisnis yang sedang tren dan diminati oleh masyarakat adalah bisnis kuliner. Banyak orang mencoba membuka kafe karena makanan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh masyarakat. Oleh karena itu, membuka kafe tentu akan membawa banyak keuntungan bagi pemilik kafe. Tentu saja, dalam proses bisnis kafe, banyak peran, seperti peran pelayan, peran juru masak, peran departemen penyimpanan bahan baku internal, dll., saling berhubungan dan perlu disinkronkan. Namun dalam praktiknya, kafe masih menggunakan cara tradisional yang tidak efisien, efektif dan terstruktur. Beberapa kafe di kota Medan menggunakan register tradisional baik untuk pemesanan maupun inventarisasi bahan baku, sehingga sering terjadi kesalahan karena metode perhitungan yang tidak akurat.Selain itu, proses bisnis di antara langkah kerja individu masih belum terstruktur dengan baik, sehingga sering terjadi kesalahan saat melakukan pemesanan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terhadap struktur sistem informasi kafe dengan menggunakan metode supply chain management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode supply chain management pada sistem informasi kafe yang dibangun dapat mengintegrasikan dengan baik seluruh bagian operasional kafe untuk menghindari kesalahan di antara semua pihak yang bekerja di kafe tersebut.
Copyrights © 2022