Cermin Dunia Kedokteran
Vol 49, No 7 (2022): Vitamin D

Vitamin D sebagai Terapi Adjuvan Kandidiasis Vulvovaginitis untuk Mengurangi Risiko Rekurensi

Peggy Liberti (Program Studi Pendidikan Kedokteran, Universitas Sumatra Utara, Medan, Indonesia.)
Imam Budi Putra (Department Dermatologi dan Venerologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara, Medan, Indonesia.)
Nelva Karmila Jusuf (Department Dermatologi dan Venerologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara, Medan, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
05 Jul 2022

Abstract

Latar belakang: Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) merupakan infeksi yang disebabkan oleh Candida sp. terutama Candida albicans, dengan gejala pruritus, dispareunia, disuria, dan sekret vagina abnormal. Diperkirakan 75% wanita pernah mengalami 1 episode KVV dan 40-45% mengalami 2 atau lebih episode. Tingginya kejadian KVV menjadi masalah. Angka resistensi antijamur yang tinggi juga meningkatkan risiko kejadian KVV rekuren. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan terapi adjuvan KVV yang terbukti dapat menurunkan risiko kejadian KVV rekuren. Penggunaan vitamin D sebagai terapi adjuvan pada KVV dinilai berpotensi menurunkan risiko kejadian KVV rekuren karena sifat liposolubilitasnya yang mampu mengganggu integritas membran sel Candida albicans. Metode: Penelusuran literatur dilakukan pada 9 database berdasarkan pertanyaan klinis dengan kata kunci yang sesuai. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilakukan telaah kritis pada artikel terpilih untuk dinilai validitas, kepentingan, dan penerapannya. Hasil: Didapatkan 1 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan komponen telaah kritis. Simpulan: Vitamin D sebagai terapi adjuvan pada pengobatan KVV terbukti bermanfaat menurunkan risiko kejadian KVV rekuren.Background: Vulvovaginal candidiasis is an infection caused by Candida sp. especially Candida albicans, with symptoms include pruritus, dyspareunia, dysuria, and abnormal vaginal discharge. It is estimated that 75% women experience one episode of vulvovaginal candidiasis and 40-45% experience two or more episodes. The high prevalence of vulvovaginal candidiasis has become a problem. Antifungal resistance also increases risk to recurrent vulvovaginal candidiasis. Proven adjuvant therapy to lower risk of recurrent vulvovaginal candidiasis is needed. Vitamin D is potentially used as adjuvant therapy, indicated by its liposolubility which disrupt the integrity of Candida albicans’ cell membrane. Methods: Search of literature was conducted on 9 databases according to clinical question and appropriate keywords. Articles were selected according to inclusion and exclusion criteria, the selected articles were critically appraised for its validity, importance, and applicability. Results: One article fulfills the inclusion criteria and components of critical appraisal. Conclusion: Vitamin D as adjuvant in treatment of vulvovaginal candidiasis is proven to lower recurrent vulvovaginal candidiasis risk.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...