Museum Brawijaya dan Legitimasi Kekuasaan Militer. Museum biasanya hanya dilihat sebagai tempat untuk mengoleksi barang barang dari masa lalu dan sebagai tempat mengenang berbagai peristiwa sejarah yang pernah ada, terkadang museum diasumsikan sebagai tempat darmawisata (study tour) oleh sebagian orang. Letak sebuah museum biasanya berada di tengah kota dan dapat diakses dengan mudah, karena hal itulah terkadang museum juga menjadi sebuah simbol (landmark) sebuah kota. Berbicara mengenai permuseuman di Indonesia selalu identik dengan perjuangan para pahlawan dalam mendapatkan kemerdekaan atau melawan kolonialisme. Semenjak pemerintahan orde baru banyak sekali museum yang bertemakan militer lahir di tengah masyarakat. Kemunculan tema militer dalam permuseuman memang sudah tidak asing lagi karena pada pemerintahan presiden Soeharto militer menjadi andalan dalam pemerintahan negara ini. Museum pada masa pemerintahan tersebut sering digunakan sebagai penerapan ideologi, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Dalam menelusuri Museum Brawijaya wacana yang muncul tentang kehadiran militer yang selalu dibutuhkan, konsolidasi keutuhan militer, dan cerita tentang musuh-musuh negara. Kehadiran militer yang selalu dibutuhkan terlihat jelas pada pameran koleksi di ruang pertama yang menceritakan perjuangan militer di Indonesia. Dalam upaya TNI menumpas pergolakan agresi militer Belanda pertama dan kedua di daerah Malang dan beberapa kota di Jawa Timur.
Copyrights © 2022