Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kinerja keuangan pemerintah Desa tahun 2016-2018. Penelitian dilakukan di pemerintah Desa Apar kecamatan pariaman utara kota pariaman. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan Metode dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas, Rasio Efesiensi, Dan Rasio Aktivitas. Hasil dari penelitian ini menunjukan Kinerja keuangan desa Apar jika dilihat dari rasio kemandirian keuangan daerah masih sangat rendah. Pada tahun 2016 memperoleh nilai sebesar : 0,0%, pada tahun 2017 memperoleh nilai sebesar 0,0%, dan pada tahun 2018 memperoleh nilai sebesar 0,0%, artinya ketergantungan desa Apar dengan bantuan pusat sudah sangat tinggi dalam menjalankan sistem pemerintahnya. Kinerja keuangan desa Apar jika dilihat dari rasio efektivitas sudah efektif. Pada tahun 2016 nilai yang diperoleh sebesar 99,50%, pada tahun 2017 memperoleh nilai sebesar 99,80%, pada tahun 2018 memeproleh nilai sebesar 99,75%, dapat ditarik kesimpulan bahwa desa Apar sudah baik dalam merealisasikan pendapatan asli daerah, sehingga lebih besar dari anggaran pendapatan asli daerah yang sudah dianggarkan. Kinerja keuangan desa Apar jika dilihat dari rasio efesiensi tergolong kurang efesien. Jika dilihat pada tahun 2016 kinerja keuangan desa Apar tergolong kurang efesien dengan memperoleh angka sebesar 100%, sedangkan pada tahun 2017 memperoleh nilai sebesar 100%, dan pada tahun 2018 memperoleh nilai sebesar 100%, dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh desa Apar untuk memperoleh pendapatan asli desanya lebih besar dari realisasi pendapatan asli desa yang diterima oleh desa Apar. Kinerja keuangan desa Apar jika dilihat dari rasio aktivitas tidak baik, dikarenakan alokasi dana yang dikeluarkan oleh desa Apar untuk belanja operasi lebih kecil dari pada alokasi dana yang dikeluarkan untuk belanja modal. Dapat ditarik kesimpulan bahwa desa Apar belum memfokuskan pengeluaran belanja pada belanja operasi yang sifatnya untuk pembangun dibandingkan untuk belanja modal.
Copyrights © 2020