Masa remaja merupakan masa transisi, pertumbuhan, eksplorasi, dan peluang. Kehamilan di usia remaja adalah remaja yang sudah menikah ataupun yang belum menikah kemungkinan hamil dalam usia relatif muda dibawah umur 20 tahun. Penyulit pada kehamilan pada usia remaja lebih tinggi dibandingkan kurun waktu produksi sehat antar umur 20-30 tahun. Keadaan ini disebabkan belum matangnya organ reproduksi untuk hamil, sehingga dapat merugikan kesehatan ibu, perkembangan dan pertumbuhan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang bahaya kehamilan pada usia remaja di SMAS Setia Dharma Pekanbaru Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas I dan II di SMAS Setia Dharma Pekanbaru yang berjumlah 48 orang, dengan sampel 32 orang. Metode pengambilan sampel stratified propotional random sampling. Data dikumpulkan pada tanggal 3 dan 5 April. Analisa penelitian yang digunakan yaitu uji statistik chi square dengan taraf signifikan α=0,1 dengan condifidenci interval 90%. Maka hasil yang didapat adalah Ha ditolak, dimana X² hitung < X² tabel yaitu 1, 90 < 2, 706. Sehingga tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang bahaya kehamilan pada usia remaja. Hasil penelitian berdasarkan pengetahun mayoritas pengetahuan remaja putri tentang bahaya kehamilan pada usia remaja di SMAS Setia Dharma Pekanbaru yaitu memiliki pengetahuan rendah sebanyak 20 orang (62,5%), dan hasil penelitian berdasarkan sikap positif sebanyak 18 orang (56,25%). Dengan memperhatikan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang bahaya kehamilan pada usia remaja, diharapkan remaja putri pro aktif meningkatkan pengetahuan tentang bahaya kehamilan pada usia remaja.
Copyrights © 2019