Febrianti Febrianti
Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBUTENTANG KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN KEPATUHAN JADWAL PENYUNTIKAN ULANG DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI MURTINAWITA PEKANBARU TAHUN 2015 Febrianti Febrianti
Ensiklopedia of Journal Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 Edisi 1 Oktober 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.448 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v1i1.3

Abstract

Family planning is an attempt to measure the number and spacing of children wanted. Cics are a way to prevent pregnancy through hormonal injections. Failure of the injectable contraceptive methods caused by delays acceptor to perform repeated injections. To prevent pregnancy if it is done in a timely menner injection KB. Mother accuracy in injection KB influenced by the mothers knowledge about KB injection and supported with the memory of a good mother. This study aims to determine the relationship of the level of knowledge about contraceptives injection syringe with a compliance schedule repeated in BPM Murtinawita Pekanbaru 2015. This type of research used is quantitative analytical method and approach cross sectional study. Where the research was condected in BPM Murtinawita Pekanbaru on 20 february 27 april 2015 with a population of 1873 people and sample of 100 respondents. Technique sampling in this study is the use accidental sampling.From the research that has been conducted by injection 100 KB acceptor obtained a large part of high knowledgeable about injectable contraceptives as much as 55% (55 people). And the level of compliance is not obedient in doing the re-injection schedule as many as 57% (57 people). From of the statistical test chi-square test is it was found that there was no Relationship of the Level of Knowledge About Contraceptives Injection Syringe With a Compliance Schedule Repeated in BPM Murtinawita Pekanbaru year 2015. Conclusions from the study that there is no relation between knowledge the higher acceptor adherence to the re- injection schedule.There fore ecpected to acceptor to improve compliance in conducting repeated injections with a mark on the calendar according to the date the injection at home again in order not to forget.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG BAHAYA KEHAMILAN PADA USIA REMAJA DI SMAS SETIA DHARMA PEKANBARU TAHUN 2018 Febrianti Febrianti
Ensiklopedia of Journal Vol 1, No 4 (2019): Vol 1 No 4 Edisi 2 Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.136 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v1i4.194

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi, pertumbuhan, eksplorasi, dan peluang. Kehamilan di usia remaja adalah remaja yang sudah menikah ataupun yang belum menikah kemungkinan hamil dalam usia relatif muda dibawah umur 20 tahun. Penyulit pada kehamilan pada usia remaja lebih tinggi dibandingkan kurun waktu produksi sehat antar umur 20-30 tahun. Keadaan ini disebabkan belum matangnya organ reproduksi untuk hamil, sehingga dapat merugikan kesehatan ibu, perkembangan dan pertumbuhan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang bahaya kehamilan pada usia remaja di SMAS Setia Dharma Pekanbaru Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas I dan II di SMAS Setia Dharma Pekanbaru yang berjumlah 48 orang, dengan sampel 32 orang. Metode pengambilan sampel stratified propotional random sampling. Data dikumpulkan pada tanggal 3 dan 5 April. Analisa penelitian yang digunakan yaitu uji statistik chi square dengan taraf signifikan α=0,1 dengan condifidenci interval 90%. Maka hasil yang didapat adalah Ha ditolak, dimana X² hitung < X² tabel yaitu 1, 90 < 2, 706. Sehingga tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang bahaya kehamilan pada usia remaja. Hasil penelitian berdasarkan pengetahun mayoritas pengetahuan remaja putri tentang bahaya kehamilan pada usia remaja di SMAS Setia Dharma Pekanbaru yaitu memiliki pengetahuan rendah sebanyak 20 orang (62,5%), dan hasil penelitian berdasarkan sikap positif sebanyak 18 orang (56,25%). Dengan memperhatikan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang bahaya kehamilan pada usia remaja, diharapkan remaja putri pro aktif meningkatkan pengetahuan tentang bahaya kehamilan pada usia remaja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN MAHASISWI TINGKAT II TENTANG ASUHANPERSALINAN NORMAL DI AKBIDINTERNASIONAL PEKANBARU TAHUN 2014 Febrianti Febrianti
Ensiklopedia of Journal Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Edisi 2 Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.588 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v1i2.41

Abstract

Tingginya kasus kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang, terutama disebabkan perdarahan pasca persalinan, eklamsia, sepsis, komplikasi keguguran. Sebagai tenaga kesehatan terutama kita sebagai seorang bidan mempunyai tugas menurunkan AKI dan AKB. Salah satunya dengan cara memiliki keterampilan yang kompeten yang didapat dari bangku perkuliahan khususnya tentang APN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keterampilan mahasiswi tingkat II tentang asuhan persalinan normal di Akbid Internasional Pekanbaru Tahun 2014, dengan desain analitik dimana jumlah sampel sebanyak 70 orang. Instrumen penelitian menggunakan tabel quesioner, pengolahan data dilakukan secara manual, kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 70 responden yang diteliti, sebanyak 61 orang (87,1%) memiliki pengetahuan tinggi, 55 orang (78,6%) dengan keterampilan baik. Hasil uji chi-square (x²) dengan α= 0,05 ada hubungan pengetahuan dengan keterampilan tentang asuhan persalinan normal. Dari nilai OR, maka seseorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi 6,375 x akan memiliki keterampilan yang baik dibandingkan orang yang memiliki pengetahuan rendah. Diharapkan mahasiswi setelah lulus perkuliahan dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki dan menjadi bidan yang profesional dan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.