Anak yang sehat dan cerdas merupakan harapan bangsa dan negara, harapan tersebut akan terpenuhi jika anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna sehingga kelak mereka menjadi tenaga produktif dan terampil. Status gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan mutu hidup dan produktivitas tenaga kerja. Pada saat ini di Indonesia, masalah gizi yang utama adalah kurangnya kalori dan protein dan juga sangat berat implikasinya terhadap masalah kesehatan. Penelitiannya ini bertujuan untuk mengetahui tentang konsumsi zat gizi dan status gizi anak balita di Desa Rajawali Kec. Lintau Buo Kab. Tanah Datar. Dari 52 anak balita yang menjadi sampel ditemukan 36,5 % menderita gizi kurang dengan indeks BB/U dan 25,0% dengan indeks BB/TB. Di dalam konsumsi zat gizi, anak balita gizi baik pada umumnya mengkonsumsi lebih tinggi daripada anak balita gizi kurang. Perbedaannya secara bermakna terlihat pada konsumsi protein. Tingkat ekonomi keluarga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi zat gizi anak balita, sedangkan lama pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga tidak terdapat pengaruh. Ada tidaknya penyakit infeksi ditemukan berpengaruh terhadap status gizi anak balita, dimana anak balita yang menderita infeksi memiliki presentase yang lebih tinggi gizi kurang, sedangkan yang tidak infeksi ditemui presentasenya cukup rendah.Secara umum rata-rata konsumsi energi, Ca, Fe dan Vitamin B masih dikonsumsi anak balita dibawah kecukupan yang dianjurkan, sedangkan protein, vitamin A dan vitamin C diatas kecukupan yang dianjurkan.
Copyrights © 2020