Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI DAN STATUS GIZI MANULA DI SASANA TRESNA WERDHA (STW) PROVINSI BENGKULU Ismed Ismed
Ensiklopedia Social Review Vol 2, No 3 (2020): Volume 2 No 3 Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/esr.v2i3.569

Abstract

It is estimated that the number of seniors will continue to increase, in line with the decline in infant mortality. One of the important things that need to be considered to anticipate this is to increase attention to the nutritional status of the elderly. Nutritional status is a reflection of the quality of the food it consumes. This study aims to observe the description of nutrient consumption and nutritional status of the elderly in Sasana Tresna Wherda Bengkulu. This research is descriptive in nature, using primary data and secondary data. Data processed manually. The consumption of nutrients for the elderly is still below the recommended dietary allowance or RDA (recommended dietary allowances), especially for vitamin A, vitamin C, Fe, and Ca. The availability of nutrients at the orphanage for calories, protein, and vitamin B is adequate, however, Ca, Fe, vitamin A and vitamin C are not yet as recommended. The nutritional status or stature of the elderly in general is thin, namely 81.3% for men and 62.5% for women. Elderly who consume moderate and poor nutritional substances, nutritional status of the elderly is found thin, but elderly people who consume enough are also underweight.
TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI DAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI DESA RAJAWALI KEC. LINTAU BUO KAB. TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT Ismed Ismed
Ensiklopedia of Journal Vol 2, No 4 (2020): Vol 2 No 4 Edisi 1 Juli 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.136 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v2i4.529

Abstract

Anak yang sehat dan cerdas merupakan harapan bangsa dan negara, harapan tersebut akan terpenuhi jika anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna sehingga kelak mereka menjadi tenaga produktif dan terampil. Status gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan mutu hidup dan produktivitas tenaga kerja. Pada saat ini di Indonesia, masalah gizi yang utama adalah kurangnya kalori dan protein dan juga sangat berat implikasinya terhadap masalah kesehatan. Penelitiannya ini bertujuan untuk mengetahui tentang konsumsi zat gizi dan status gizi anak balita di Desa Rajawali Kec. Lintau Buo Kab. Tanah Datar. Dari 52 anak balita yang menjadi sampel ditemukan 36,5 % menderita gizi kurang dengan indeks BB/U dan 25,0% dengan indeks BB/TB. Di dalam konsumsi zat gizi, anak balita gizi baik pada umumnya mengkonsumsi lebih tinggi daripada anak balita gizi kurang. Perbedaannya secara bermakna terlihat pada konsumsi protein. Tingkat ekonomi keluarga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi zat gizi anak balita, sedangkan lama pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga tidak terdapat pengaruh. Ada tidaknya penyakit infeksi ditemukan berpengaruh terhadap status gizi anak balita, dimana anak balita yang menderita infeksi memiliki presentase yang lebih tinggi gizi kurang, sedangkan yang tidak infeksi ditemui presentasenya cukup rendah.Secara umum rata-rata konsumsi energi, Ca, Fe dan Vitamin B masih dikonsumsi anak balita dibawah kecukupan yang dianjurkan, sedangkan protein, vitamin A dan vitamin C diatas kecukupan yang dianjurkan.
Pengaruh Variasi Penambahan Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Mutu Fisik Mutu Kimia dan Mikrobiologi Nugget Erlina Nasution; Hoirun Nisa; Widiya Wulandari Lubis; Ismed Ismed
NUTRIENT Vol. 2 No. 2 (2022): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v2i2.1389

Abstract

Nuget Nugget udang ronggeng dan daun kelor adalah produk untuk meningkatkan kandungan gizi nugget. Nugget dengan penambahan udang ronggeng (Harpiosquilla raphidea) dan daun kelor (Moringa oleifera) merupakan inovasi baru dalam pembuatan makanan yang mampu menambah kualitas nugget yang dihasilkan baik rasa, aroma, tekstur dan warna.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi penambahan udang ronggeng (Harpiosquilla raphidea) dan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap mutu fisik mutu kimia dan mikrobiologi nugget. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Percobaan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan dua pengulangan. Jenis panelis adalah panelis tidak terlatih. Jumlah panelis yang dibutuhkan sebanyak 20 orang, panelis merupakan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan Jurusan Gizi Lubuk Pakam. Jenis data adalah data primer. Data yang diperoleh diolah menggunakan anova dan uji Duncan.Hasil uji organeleptik meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan perlakuan yang paling disukai yaitu perlakuan A dengan hasil p = 0,000<0,05 yaitu artinya terdapat pengaruh variasi penambahan udang ronggeng dan daun kelor terhadap mutu fisik nugget. Sedangkan pada hasil uji mutu kimia dan mikrobiologi didapatkan hasil zat gizi meliputi Protein 13,1 gram, Kalsium (ca) 269,8 mg/kg dan E.Coli <3 APM/g.Hal ini dapat disimpulkan bahwa udang ronggeng dan daun kelor sangat berpengaruh terhadap penerimaan, kadar protein, kalsium, dan dapat menambah daya simpan nugget.
Optimization of Nutrition Counse Optimalisasi Konseling Gizi Melalui Media Sosial Whatsapp Terhadap Perubahan Pola Makan Pasein DM Tipe 2 Di RSUD Tengku Rafi’an Siak Ismed Ismed; Warsono
NUTRIENT Vol. 3 No. 1 (2023): Nutrient: Jurnal Gizi
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/nutrient.v3i1.1632

Abstract

Diabetes Mellitus is one of the ten biggest diseases hospitalized at RSUD Tengku Rafi'an Siak. In February 2022, the number of visits for diabetes mellitus (DM) patients was 144 people, and in March it increased to 161 people. The increase in the number of DM sufferers is mainly caused by the development of the wrong diet. The purpose of the study was to determine the effectiveness of nutritional counseling on the diet of Type 2 Diabetes Mellitus patients. The type of research is quantitative with a queasy experiment research design and a non-randomized control group pretest-posttest design. This research was carried out at RSUD Tengku Rafi'an Siak in May-July 2022. The intervention group received face-to-face counseling 4 times and through Whatsapp groups 4 times. The control group only received face-to-face counseling 4 times. The number of respondents for each group was 30 people. The variables collected were diet and nutritional knowledge. Data analysis was performed with non-parametric Wilcoxon and Mann-Whitney. The results of this study showed a change in eating pattern scores for the better (-89.3±30.2) in the intervention group, on the contrary, there was an increase in eating pattern scores (6.2±61.0) in the control group after education was given. There was a significant increase in nutritional knowledge in the intervention group (19.2±9.25) compared to controls (8.7±4.42) after the education was given. Face-to-face nutrition counseling accompanied by counseling through Whatsapp groups is effective in increasing knowledge and improving the diet of Type 2 Diabetes Mellitus patients at RSUD Tengku Rafi'an Siak except for vegetables. It is expected for Tengku Rafian Siak Hospital to use nutritional counseling and reminders via WhatsApp social media to DM patients.