Fenomena aliran yang melewati tikungan di sungai sangat menarik untuk diamati. Pada aliran yang cukup besar umumnya dapat menyebabkan dinding ditikungan sungai sebelah luar longsor dan terjadinya gerusan/erosi pada dasar sungainya, sementara ditikungan sebelah dalam terjadi endapan sedimen. Pada sungai yang dindingnya terdiri dari pasangan batu dengan dasar sungai tanah, gerusan akan terjadi pada dasar sungai. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap hasil analisis kedalaman gerusan ditikungan sungai sebelah luar dengan rumus Ripley, dan membandingkannya hasil pengukuran penampang gerusan yang terjadi ditikungan sungai sebelah luar. Rumus Ripley biasanya digunakan untuk menentukan dengan gerusan yang terjadi ditikungan sungai sebelah luar di lapangan. Lokasi pengamatan dilakukan ditikungan sungai batang Kuranji dibawah jembatan Siteba. Penelitian dimulai dengan melakukan pengukuran situasi trase dan penampang sungai di lapangan, menentukan debit banjir tahunan berdasarkan data curah hujan untuk mengetahui besar dan kedalaman muka air banjir, mengkalibrasi data debit banjir dengan kondisi lapangan, menganalisis konvigurasi penampang sungai berdasarkan rumus Ripley dan membandingkannya dengan hasil pengukuran lapangan. Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa kedalaman gerusan yang dihitung dengan rumus Ripley sebanding dengan kedalaman gerusan hasil pengukuran di lapangan. Dan rekomendasi Chow bahwa untuk keperluan praktis, pemakaian rumus Ripley dalam merencanakan penampang lintang di tikungan sungai memberikan hasil yang memuaskan, terbukti benar.
Copyrights © 2021