Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STUDI ANALISIS PENGENDALIAN BANJIR BATANG KAPAU DI KOTA PARIAMAN Maizir Maizir
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 No 1 Tahun 2015
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.352 KB)

Abstract

Batang Kapau yang mengalir melalui wilayah utara kota Pariaman, setiap musim hujan selalu menyebabkan terjadinya banjir didaerah pemukiman penduduk dari Pauh sampai ke Simpang Padusunan. Batang Kapau tidak mempunyai data debit, jadi design flood dihitung berdasarkan data hujan. Analisis curah hujan dengan metode Iway, dan design flood dengan metode Rational. Analisis penampang sungai dengan design flood periode ulang 10 tahun, dan elevasi tanggul banjir dengan design flood dengan periode ulang 100 tahun, Kesimpulan analisis adalah bahwa penampang sungai dibagian hilir tidak mampu menampung banjir sebesar 10,29 m3 /detik. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya genangan banjir di kawasan pemukiman di bagian hilir sungai. Solusi untuk mengatasi masalah banjir pada kawasan ini adalah dengan normalisir alur sungai melalui pelebaran sungai dan pembuatan tanggul banjir.
Analisis Matematis untuk Pemompaan Air Tanah 2 Dimensi Steady pada Aquifer Bebas Maizir Maizir
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih dapat diambil dari sumber air tanah dengan menggunakan teknologi pompa. Pemompaan air tanah yang berlebihan dapat menyebabkan ketidak seimbangan sink – source yang mengakibatkan terjadinya defisit sumber air tanah itu sendiri. Masalah pemompaan sumber air tanah yang berpengaruh pada source dan sink ini dapat dianalisis secara matematis. Analisis matematis ini bertujuan untuk menurunkan persamaan matematis keadaan air tanah akibat pengaruh source dan sink. Analisisnya diturunkan dengan metode elemen hingga (finite element). Diskritisasi domain aliran air tanah, elemen hingganya menggunakan elemen segitiga dengan fungsi pendekatan linear. Hasil analisis matematis dengan metode elemen hingga ini ditujukan untuk pembuatan model simulasi matematik guna memprediksi aliran air tanah dua dimensi keadaan steady (steady-state) 2D pada aquifer bebas (unconfined aquifer) akibat perlakuan sink dan source. Parameter aquifer dianggap konstan sepanjang elemen, tetapi dapat bervariasi di antara elemen ke elemen lainnya. Syarat batas diberlakukan untuk kedua jenis batas yaitu batas flux spesifik dan batas head spesifik. Sinks dan sources dibolehkan pada titik nodal. Dari hasil analisis ini, jika dibuatkan model simulasinya dengan diberikan data masukan berupa debit source atau sink, keadaan awal dan keadaan batasnya, maka kita akan dapat mensimulasikan keadaan muka air tanah akibat pemompaan dengan perlakuan source dan/atau sink. Dari hasil simulasinya juga akan dapat menggambarkan keadaan elevasi muka air tanah sebelum dan sesudah adanya perlakuan source atau sink.Kata kunci: air tanah, debit source atau sink, elevasi muka air tanah
EVALUASI KEGAGALAN PEMBANGUNAN DRAINASE DALAM LINGKUNGAN DAERAH PEMUKIMAN maizir maizir
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.73 KB)

Abstract

Kenyataan di lapangan, beberapa lingkungan pemukiman di kota Padang memiliki jaringan drainase yangtidak berfungsi dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada lingkungan pemukiman mulai dari Kasang, LubukBuaya, Tabing, Dadok, Siteba, Lapai, Khatib Sulaiman dan Gunung Pangilun di utara sampai ke pemukimandi Rawang dan Mato Aia di selatan. Dalam tulisan ini akan dibahas masalah kegagalan fungsi drainasepembuangan air hujan untuk lingkungan pemukiman di kota Padang. Beberapa rekomendasi yang menjadipenyebab kegagalan fungsi drainase dalam mengalirkan limpahan curah hujan diantaranya saluran sekunderyang masih berupa saluran alami atau anak sungai dan sempit, kemungkinan besar dipengaruhi oleh pasangdi laut, saluran drainase yang masih terputus-putus, tidak terawat, penuh sedimentasi dan sampah, tidak adalobang yang menjadi jalur aliran permukaan untuk masuk ke dalam drainase. Pada beberapa wilayah kotaPadang, masih terdapat kawasan pemukiman yang genangannya dipengaruhi banjir sungai. Sampah dansedimentasi adalah bahan yang berpengaruh sangat besar terhadap kegagalan jaringan drainase.Kata Kunci: drainase, lingkungan, kelancaran pengaliran.
ANALISIS REVETMENT SEBAGAI PERLINDUNGAN TEBING SUNGAI DALAM UPAYA PENGENDALIAN BANJIR (STUDI KASUS PADA SUNGAI BATANG MANGOR DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN) Maizir Maizir
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.872 KB)

Abstract

Kerusakan tebing sungai Batang Mangor dan degradasi dasar sungai yang terjadi sudah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan dan cenderung meningkat, yang pada waktu mendatang dapat memporak porandakan desa yang dilaluinya. Jadi perlu dicarikan solusi penanggulangan, khusus untuk sungainya berbelok-belok. Tujuannya adalah untuk pengamanan dan pembebasan desa-desa dan pemukiman penduduk dari terjangan banjir sungai dengan membuat perencaanan teknis pengaturan sungai yang mengalami kerusakan akibat banjir. Ditetapkan kemiringan memanjang rencana mendekati kemiringan rata-rata sungai di sekitar lokasi, yaitu dengan kemiringan sebesar 0.0026457. Solusi teknis yang diusulkan antara lain berupa normalisasi penampang sungai dan peninggian tanggul. Selanjutnya sisi tanggul diperkuat dengan revetment dari pasangan batu kali atau bronjong, terutama pada tikungan luar sungai. Tanggul pengaman banjir dianjurkan mengikuti alur alami sungai. Bahan tanggul direncanakan dari timbunan tanah.Kata kunci : banjir, degradasi, revetment
PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK MENCUKUPI KEBUTUHAN AIR UNTUK IRIGASI DI PROVINSI SUMATERA BARAT maizir maizir
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.38 KB)

Abstract

Pada tahun 1980 an banyak dibangun irigasi pompanisasi untuk daerah irigasi yang sumber airnya lebih rendah dari kawasan yang akan diairi. Rata-rata pompa irigasi tersebut menggunakan bahan bakar solar untuk operasionalnya dan dikelola oleh petani. Semenjak harga solar naik tajam, petani tidak mampu lagi membiayai operasi pompa. Akibatnya pompa sudah lama tidak berfungsi (+ 20 tahun) dan sawah-sawah pada daerah irigasi tersebut kembali berubah fungsi menjadi sawah tadah hujan.Selain itu mengingat luas daerah irigasi tadah hujan dan daerah irigasi yang sudah terlantar selama ini (50.294 hektar ) karena tidak mendapat suplai air dapat berfungsi.Masalahnya adalah pompa air dengan bahan bakar solar membutuhkan biaya yang besar untuk operasinya.Untuk mengatasi masalah tersebut, kini sudah tersedia sumber energy alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang bisa digunakan untuk operasional pompa guna menaikkan air ke Daerah Irigasi, yang popular dengan sebutan pompa tenaga surya (Solar Cell Pump). Biaya operasional pompa air dengan tenaga surya sangat kecil, tetapi harga panel suryanya masih tergolong mahal.Hasil analisis untuk kebutuhan air daerah irigasi seluas 92 Ha, dengan kebutuhan air lapangan 1,43 liter/detik/ha debit alirannya adalah 0,155 m3/detik. Jika pemberian airnya dengan kapasitas penuh (Q100%),maka daya pompa yang dibutuhkan adalah 7,82 KW. Jika digunakan pompa submersible kapasitasnya terlalu besar dan tidak tersedia di pasaran. Jadi direncanakan pompa dengan kapasitas debit 50 % terpenuhi (Q50%) sebesar 0,075 m3/detik, daya pompa yang dibutuhkan adalah 3,57 KW. Tentunya system pemberian air dilakukan dengan system rotasi.KATA KUNCI: kebutuhan air irigasi, pompa tenaga surya
KAJIAN PEMBANGUNAN EMBUNG IRIGASI LURAH KAPECONG DI KABUPATEN SOLOK maizir maizir
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.465 KB)

Abstract

Kawasan mulai dari Kenegarian Sirukam, Supayang, Bukik Tandang, Panyakalan, dan Gaung di Kabupaten Solok adalah daerah pertanian tanaman padi. Sampai saat ini kebutuhan air untuk pertanian masih sangat sulit dipenuhi. Untuk mengatasi kekurangan air irigasi tersebut diusahakan melalui pembangunan embung Lurah Kapecong di desa Bukit Tandang Kecamatan Bukit Sundi. Embung direncanakan dengan ketinggian 15 meter, akan membentuk genangan seluas 40 x 650 m dan volume tampungan + 260.000 m3. Dari volume tersebut diperoleh produksi embung sebesar 0,15 m3/dt pada musim kemarau. Dengan produksi sebesar 0,15 m3/dt, dan pasokan air dari saluran sekunder kiri Batang Lawas (bila dilakukan rehabilitasi saluran sehingga dapat berfungsi) dengan debit sebesar 0,60 m3/dt (kapasitas saluran = 1,0 m3/dt), maka akan tersedia debit sebesar 0,75 m3/dt, yang dapat mengairi areal sawah pada daerah Bukik Tandang, Panyakalan dan Gaung seluas + 800 ha. Untuk kondisi sekarang dengan kurangnya air terutama dimusim kemarau, maka pengolahan sawah rata-rata hanya 1 x setahun. Dengan air yang cukup, pengolahan sawah dapat dilakukan menjadi 2 x setahun, bahkan dapat 5 x dalam 2 tahun. Jika produksi sekali panen sebesar 3000 kg/ha, harga gabah kering Rp. 2000,- /kg maka produksi /panen/ha = Rp. 6 juta. Untuk penambahan 1,5 x panen menjadi Rp. 9 juta/th/ha. Lahan seluas 800 ha akan memberikan produksi menjadi Rp. 7,2 milyard /tahun.Kata kunci: Embung Lurah Kapecong, pola operasi, nilai ekonomis, aspek lingkungan
ANALISIS KORELASI DEBIT BANJIR RENCANA BERDASARKAN DATA HUJAN DAN DATA DEBIT PADA SUNGAI BATANG SIKILANG DI KABUPATEN PASAMAN Maizir Maizir; Viona Arya Sorandicha
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Edisi 1 Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.304 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v3i2.587

Abstract

Dalam perencanaan pengendalian dan normalisasi sungai data debit banjir diperlukan untuk menentukan dimensi penampang sungai, dan juga untuk menentukan dimensi bangunan-bangunan lainnya. Data yang paling tepat digunakan untuk menentukan besaran debit banjir (design flood) adalah data debit. Jika data debit tidak tersedia, maka untuk menentukan besar debit banjir rencana yang mungkin terjadi untuk periode tertentu biasanya digunakan data hujan. Pengamatan dilakukan pada lokasi stasiun AWLR Batang Sikilang yang terletak sebelah kanan aliran, 100 m dari jembatan Batang Sikilang, pada ruas jalan Simpang Empat Ujung Gading, dengan koordinat 000, 13‘, 55“ LS dan 0990, 36‘, 45“ BT. (0, 14, 35 ; 99, 37, 13) Data hujan yang digunakan dari Sta. Sontang dan Sta. Ujung Gading, kemudian diambil nilai rata-ratanya dan dianalisis dengan metode Gumbel Tipe I, untuk mendapatkan curah hujan rencana dengan periode tertentu, dan debit banjir rencana dianalisis dengan metode Rational. Data debit dianalisis dengan metode Gumbel Tipe I untuk mendapatkan debit rencana dengan periode tertentu. Data debit sungai Batang Sikilang tersedia selama 10 tahun, dengan periode pencatatan dari 2003 s/d 2012 Hasil analisis debit banjir rencana berdasarkan data hujan dibandingkan dengan hasil analisis debit banjir berdasarkan data debit. Hasilnya menunjukkan korelasi (kesesuaian) yang baik diantara keduanya. Artinya debit banjir rencana berdasarkan data hujan memberikan hasil yang sebanding dengan analisis debit banjir berdasarkan data debit. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa debit banjir rencana berdasarkan data hujan dapat digunakan sepenuhnya untuk kegiatan perencanaan pengandalian sungai dan perencanaan bangunan air lainnya.
ANALISIS VALIDASI KEDALAMAN GERUSAN AKIBAT ALIRAN DITIKUNGAN SUNGAI DENGAN METODE RIPLEY Maizir Maizir
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 4 (2021): Vol 3 No 4 Edisi 1 Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.952 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v3i4.800

Abstract

Fenomena aliran yang melewati tikungan di sungai sangat menarik untuk diamati. Pada aliran yang cukup besar umumnya dapat menyebabkan dinding ditikungan sungai sebelah luar longsor dan terjadinya gerusan/erosi pada dasar sungainya, sementara ditikungan sebelah dalam terjadi endapan sedimen. Pada sungai yang dindingnya terdiri dari pasangan batu dengan dasar sungai tanah, gerusan akan terjadi pada dasar sungai. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap hasil analisis kedalaman gerusan ditikungan sungai sebelah luar dengan rumus Ripley, dan membandingkannya hasil pengukuran penampang gerusan yang terjadi ditikungan sungai sebelah luar. Rumus Ripley biasanya digunakan untuk menentukan dengan gerusan yang terjadi ditikungan sungai sebelah luar di lapangan. Lokasi pengamatan dilakukan ditikungan sungai batang Kuranji dibawah jembatan Siteba. Penelitian dimulai dengan melakukan pengukuran situasi trase dan penampang sungai di lapangan, menentukan debit banjir tahunan berdasarkan data curah hujan untuk mengetahui besar dan kedalaman muka air banjir, mengkalibrasi data debit banjir dengan kondisi lapangan, menganalisis konvigurasi penampang sungai berdasarkan rumus Ripley dan membandingkannya dengan hasil pengukuran lapangan. Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa kedalaman gerusan yang dihitung dengan rumus Ripley sebanding dengan kedalaman gerusan hasil pengukuran di lapangan. Dan rekomendasi Chow bahwa untuk keperluan praktis, pemakaian rumus Ripley dalam merencanakan penampang lintang di tikungan sungai memberikan hasil yang memuaskan, terbukti benar.