Cermin Dunia Kedokteran
Vol 48, No 3 (2021): Obstetri dan Ginekologi

Diagnosis dan Tatalaksana Kriptorkhismus

Amry Irsyada Yusuf (RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, Klaten, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2021

Abstract

Kriptorkhismus merupakan kelainan genital paling sering pada bayi laki-laki. Faktor risikonya adalah prematuritas, riwayat keluarga, berat bayi baru lahir rendah, riwayat merokok selama kehamilan, penggunaan obat analgesik, dan pemberian hormon estrogen selama kehamilan. Diagnosis dengan pemeriksaan fisik yang baik penting untuk deteksi dini. Kriptorkhismus umumnya, dapat turun spontan ke skrotum dalam enam bulan pertama kehidupan. Tatalaksana pembedahan masih menjadi pilihan dengan angka kesuksesan lebih tinggi dibandingkan terapi hormonal yang saat ini tidak lagi direkomendasikan. Tatalaksana awal kriptorkhismus dapat menurunkan risiko penurunan fertilitas dan risiko keganasan testis.Cryptorchidism is the most common genital malformation in boys. Risk factors are prematurity, family history, low birth weight, history of smoking during pregnancy, maternal use of analgesics, and exposure to high level estrogen during pregnancy. Proper physical examination contributes greatly to early detection. Most cryptorchidism can descend spontaneously into the scrotum without any medical interventions prior to six months. Surgical intervention remains the treatment of choice with a success rate significantly higher than hormonal therapy, which is no longer recommended. Early treatment can reduce risk of decreased fertility and testicular malignancy.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...