Penelitian ini bertolak dari rendahnya kemampuan siswa kelas VII E SMP Islam Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2016-2017dalam mnginterpretasi dongeng. Sebagai pemecahan masalahnya, maka digunakan metode bercerita berpasangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan metode bercerita berpasangan untuk meningkatkan kemampuan siswa merelevansi dongeng dan mengetahui peningkatan kemampuan siswa siswa merelevansi dongeng setelah mengikuti pembelajaran dengan metode bercerita berpasangan. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK. Subjek penelitian terdiri 33 siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan seperti berikut. Pertama, langkah-langkah Penggunaan Metode Bercerita Berpasangan untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Merelevansi Dongeng. Kegiatan awal dilakukan selama 10 menit. Guru mengucapkan salam, menanyakan kehadiran dan kabar siswa. Guru memotivasi siswa agar mengikuti pembelajaran dengan semangat. Kegiatan inti selama 65 menit, tahap eksplorasi guru memberikan penguatan materi merelevansi dongeng. Guru menggali pengetahuan siswa melalui kegiatan saling tanya terkait merelevansi dongeng. Guru menjelaskan langkah merelevansi dongeng dengan menggunakan metode bercerita pasangan. Kegiatan elaborasi, guru mengatur siswa agar berpasangan dengan temannya. Tahap lanjutan, siswa pertama dalam pasangan membaca teks dongeng “Keledai Pembawa Garam”, sementara temannya mendengarkan sambil mencatat kata kunci penting. Kegiatan tersebut bergantian sampai selesai dilakukan. Siswa saling menukar kata kunci yang telah ditemukan oleh masing-masing siswa, kemudian mereka berdiskusi mencari kesepakatan kata kunci yang belum ditemukan masing-masing siswa. Tahap selanjutnya siswa mengarang dengan merelevansikan dongeng dengan situasi sekarang berdasarkan kata kunci yang disepakati. Tahap konfirmasi, satu siswa sebagai perwakilan dari tiap kelompok membacakan hasil pekerjaannya. Tahap lanjutan Guru mengumpan balik dan merefleksikan atas keberhasilan belajar siswa. Kegiatan penutup dialokasikan 5 menit. Guru menyimpulkan materi pembelajaran merelevansi dongeng. Guru dan siswa mengucapkan syukur atas selesainya pembelajaran. Tahap berikutnya guru menutup pembelajaran. Kedua, terjadi peningkatan kemampuan siswa merelevansi dongeng setelah digunakan metode bercerita berpasangan. Hal ini dibuktikan rata-rata nilai belajar pada siklus 1 mencapai nilai rata-rata 74,17. Pada siklus 2 nilai rata-rata 89,33 atau kemampuan hasil belajar siklus I ke siklus 2 maka dinyatakan meningkat sebesar 15,16. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan kemampuan siswa merelevansi dongeng setelah digunakan metode bercerita berpasangan.
Copyrights © 2017