Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
Vol 38, No 2 (2000)

Ibn Taymiyyah: His philoshophical Thought on Causality.

S Sumedi (Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
21 Jul 2022

Abstract

Ibn Taymiyyah, menurut penulis artikel ini, banyak disalahpahami. Ia lebih dikenal sebagai seorang tokoh yang anti-rasionalis, pemikir literal dan teolog revivalis, ketimbang seorang filosof. Berangkat dari sini lah artikel ini ingin melacak pemikiran filosofis Ibn Taymiyyah dengan merekonstruksi pemikirannya tentang kausalitas. Sebuah upaya yang tidak mudah memang, karena Ibn Taymiyyah tidak menulis satu buku tersendiri tentang hal ini. Upaya rekonstruksi dilakukan dengan melacak konsep itu yang masih terserak di berbagai karyanya. Maka dipilihkan pengkajian atas beberapa kata kunci yang mengekspresikan kausalitas itu. Dalam kata benda: sabab, al-‘illah, al-muatstsir, al-sababa, al-mūjid and al-ḥadats dalam kata kerja: sabbaba, 'allala, awjada, aḥdatsa, dan atstsara. Sementara kata yang mengekspresikan prosest ransformasi dari sebab keakibat (causationa) dalah al-ta'lil, al-ta'tsir, dan al-iḥdāth, sedangkan efek yang diproduksi oleh sebab diekspresikan dalam kata-kata: al-musabbab, al-ma’lūl, al-muḥdats dan al-muatstsar. Setelah membahas selintas tentang sejarah hidup Ibn Taymiyyah, penulis kemudian membahas sub-sub tema berikul kausalitas dan kausasi, elemen-elemen kausasi, macam-macam sebab, persepsi-rasa dan kemampuan akal, statemen-stetemen empirik, dan kausasi dan kemungkinan peristiwa melingkar tanpa batas (daur atau tasalsul).

Copyrights © 2000






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...