Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan respon WUC dan OKI dalam menyuarakan isu pelanggaran HAM terhadap masyarakat Uighur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sistem re-education camp yang dijalankan oleh pemerintah Cina terhadap masyarakat Uighur di Xinjiang serta bentuk-bentuk pelanggaran HAM lainnya. Peneliti menggunaka teori Organisasi Internasional (OI) dan teori Organisasi Internasional Non-Pemerintah sebagai kerangka pemikiran. Tingkat analisis yang digunakan untuk peneliti ini adalah sistem internasional. Kajian ini kemudian menemukan jawaban bahwa OKI cenderung pasif dan tidak tegas dalam menyikapi kasus ini, sementara WUC masih perlu bekerja lebih keras dalam upayanya agar pemerintah Cina segera menghentikan tindakan represifnya terhadap komunitas Uighur.Kata Kunci: WUC, OKI, Uighur, Organisasi Internasional, Organisasi Internasional Non-Pemerintah, Pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Copyrights © 2022