Retain: Journal of Research in English Language Teaching
Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)

INTRALINGUAL AND INTERLINGUAL MORPHOSYNTACTIC ERRORS FOUND IN JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ ORAL PRODUCTION




Article Info

Publish Date
14 Aug 2017

Abstract

INTRALINGUAL AND INTERLINGUAL MORPHOSYNTACTIC ERRORS FOUND IN JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ ORAL PRODUCTION Muhammad Rizki Arif Suryo English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya Muhammadrizkiarifsuryo@gmail.com Dr. Pd. H. Aswandi, M.Pd. English Education Department, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya aswandi@unesa.ac.id Abstrak Kesalahan adalah bagian terpenting dalam pembelajaran bahasa. Semua pembelajar bahasa melakukan kesalahan ketika mempelajari bahasa baru baik sebuah bahasa pertama ataupun bahasa kedua. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menjadi penghalang ketika pembelajar tidak waspada dengan kesukaran-kesukaran tertentu yang ada dalam bahasa target. Pembelajaran bahasa kedua mempunyai lebih banyak sumber-sumber yang memberikan dampak sehingga menyebabkan munculnya lebih banyak kesalahan-kesalahan. Sumber-sumber ini adalah kesulitan-kesulitan dalam bahasa target yang diistilahkan sebagai intralingual interference dan dampak dari bahasa pertama yang diistilahkan sebagai interlingual interference. Morphologi dan sintaks menjadi aspek linguistik yang paling bermasalah dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing terutama di Indonesia. Terdapat penemuan-penemuan bahwa sangat banyak siswa menghadapi kesulitan-kesulitan dalam mempelajari elemen morphosintaksis yakni komponen tata bahasa. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk menganalisa kesalahan morphosintaksis dan proses kognitif yang mendasari serta sumber-sumber kesalahan tersebut untuk membantu siswa-siswa waspada pada kesukaran-kesukaran tertentu, meminimalisir kesalahan-kesalahan, dan melakukan self-correction serta memberi informasi kepada pendidik mengenai fenomena ini.Enam siswa kelas 9 berdasarkan kriteria yang dipertimbangkan dipilih dengan teknik purposive sampling sebagai subyek penelitian. Mereka ditentukan dari tiga kategori yang mana dua siswa dipilih masing-masing dari mereka yang pencapaian skor speaking dibawah 70, 71-85 dan diatas 85. Siswa-siswa tersebut diwawancara untuk menghasilkan data yang dibutuhkan. Rekaman dari wawancara ditranskrip dan dianalisa menggunakan intsrumen untuk mendapatkan hasilnya. Data-data tersebut ditransformasikan ke dalam angka dan kata-kata untuk menjawab pertanyaan penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Telah ditemukan dua hasil di penelitian ini. Yang pertama adalah telah ditemukan bahwa siswa-siswa membuat 199 kasus kesalahan dalam level morpologi dan sintaksis. Kesalahan-kesalahan morphosintaksis ini ditemukan dalam empat klasifikasi yaitu omision, addition, misformation dan misordering. Penemuan kedua adalah kemunculan kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh empat sumber yaitu intralingual, interlingual, ambiguous dan unique. Dampak dari intralingual mempunyai peran yang paling besar dalam kemunculan kesalahan-kesalahan. Sumber ini berdampak pada 155 kasus (77.89%), dampak interlingual hanya terjadi pada 25 kasus (12.75%). 15 kasus (7.54%) adalah ambiguous yang mana tidak jelas apakah dampak tersebut dari interlingual atau intralingual. 4 kasus ditemukan sebagai unique yang mana sumber kesalahannya tidak diketahui. Dari penelitian ini, bisa disimpulkan bahwa kelas sembilan menghadapi kesulitan serius dalam mempelajari elemen morphosintaksis. Mereka melakukan kesalahan dalam empat proses kognitif ketika menggunakan aturan-aturan mophosintaksis tertentu. Kesalahan-kesalahan ini terjadi mayoritas karena kesulitan-kesulitan dalam bahasa terget, paparan parsial item-item linguistik tertentu dan kurangnya pengetahuan terhadap aturan-aturan tertentu. Kata Kunci: Interlingal interference, Intralingual interference, Morphosyntax, Moprhosyntactic errors Abstract Errors are important part of language learning. All learners commit errors when learning a new language either a first language or second language. They can be barriers when learners are not aware of the particular difficulties of the target language. Learning a second language has more interfering sources that lead to more emergences of errors. These sources of second language errors are the difficulties of the target language termed as intralingual interference and the interference of the first language termed as interlingual interference. The Morphology and Syntax become the most problematic linguistic aspects in learning English as foreign language espceially in Indonesia. It is found that there are many students in their beginning stage of learning English face difficulties and commit errors in learning morphosyntactic elements which are grammatical components. Thus this research has been conducted to analyze the morphosyntactic errors, the cognitive processes underlying the errors construction and their sources to help the students minimize the errors and do self-correction and be aware of the particular difficulties and inform the teachers this phenomenon. Six ninth graders based on considered criteria were selected as the subjects by using purposive sampling. They were selected from three categories which are those who have speaking achievement score below 70, 71-85 and above 85. Two students were chosen from each cluster as the samples. Further, the students were interviewed to gain the data. The recording of the interview were transcritpted and analyzed using intruments to get the results. The data were transformed into numbers and words to answer the research questions of this study. Therefore, this research was a descriptive research. There are two results found in this study. First, it has been found that students make 199 in both morphological and syntactical level. These morphosyntactic errors were investigated in four classifications which are omision, addition, misformation and misordering. Secondly, the occurances of errors were caused by four sources which are intralingual, interlingual, ambiguous and unique. The intralingual interference has the biggest role in error emergences. It interferes in 155 cases (77.89%). The interlingual interference only exists 25 cases (12.75%). 15 cases (7.54) are ambigous which whether interlingual and intralingual interfere was not obvious. 4 cases are unique which the sources of errors are unknown. From the study, it can be concluded that ninth graders face great difficulties in learning morphosyntactic elements. They commit errors in four cognitive processes when performing particular morphosyntactic rules. These errors occured majorly because of the difficulties of the target language, partial exposure of particular linguistic items and inadequate knowledge of the rules of English Morphosyntax Keywords: Interlingal interference, Intralingual interference, Morphosyntax, Moprhosyntactic errors

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

retain

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied ...