Abstrak Novel The Color Purple karya Alice Walker adalah sebuah novel naratif yang mengisahkan dua perempuan Afrika-Amerika bernama Celie dan Nettie, kedua karakter tersebut menceritakan kisah mereka yang harus berjuang melawan penindasan terhadap gender yang didominasi oleh laki-laki pada awal abad ke 20. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pokok pertanyaan dalam penelitian yakni untuk menunjukkan penindasan yang tergambar pada novel The Color Purple dan yang kedua, untuk menampakkan kehebatan fungsi dari persatuan perempuan yang mampu mengubah karakter Celie yang awalnya pasif hingga menjadi Celie yang berani, tidak tertindas oleh laki-laki, dan mampu hidup mandiri. Penelitian ini menggunakan teori dari Irish Marion Young yang menyatakan bahwa terdapat lima tipe tindasan dalam suatu penindasan yang mendukung untuk menampakkan beberapa tipe penindasan yang terdapat pada novel The Color Purple. Dan pertanyaan kedua dalam penelitian ini menggunakan female bonding theory yang berguna untuk mengemukakan keunggulan atau kekuatan dari percakapan dari perserikatan perempuan ketika perempuan bersatu dalam memecahkan suatu permasalahan, saling mendukung dan saling menginspirasi satu karakter ke karakter yang lain sehingga kehidupan Celie pada akhir cerita novel menjadi sosok yang tangguh dan mandiri yang tak takut lagi pada tindasan laki-laki disekitarnya. Selain itu, persatuan perempuan yang terjadi dalam novel The Color Purple digunakan sebagai metode penelitian secara langsung dan hasilnya menunjukkan tipe kekuatan dalam tiap-tiap karakter perempuan adalah berbeda dan saling mempengaruhi satu karakter yang lemah yakni, Celie. Sementara itu, karakter wanita bernama Nettie, Sofia Butler, dan Shug Avery adalah karakter yang bersifat kuat dan mereka adalah inspirasi Celie sehingga dapat merubah hidupnya yang sengsara dan takut untuk melawan tindasan, menjadi Celie yang tangguh dan merdeka dari laki-laki yang menindasnya. Berkat bantuan inspirasional dari karakter perempuan lain dan juga keajaiban perempuan dalam mendukung dan menginspirasi satu sama lain dalam novel tersebut, karakteristik Celie seketika berubah dari pasif menjadi aktif. Kata Kunci: persatuan wanita, girl’s talk, tindasan terhadap perempuan, masyarakat Afrika-Amerika, awal abad ke 20 Abstract Alice Walker’s The Color Purple is a narrative novel about Celie and Nettie, two African-American women who are struggling to deal with gender oppression of male dominated of early 20th century African-American society. This research aims to answer two main research question of the study, which are to shows the oppression that exist in The Color Purple novel and to reveal the perspective of women bonding which bring the changes toward Celie’s life in Alice Walker’s The Color Purple. This research used Iris Marion Young theoretical approach that examines the literary work based on the five faces toward oppression and to depict the oppression that exist in the novel. And the second research question is used the female bonding theory to reveal the girl’s talk and female bonding which changes Celie’s life in the novel. The result shows the female characters’ type of resistance. Nettie, Sofia Butler and Shug Avery’s acts of resistance are consistent as an active resistance. That characters was become the big reason why Celie’s character turning into fearless and bold women in facing her sad life. From the help of the other female characters, and also the power of female bonding in support and sharing together, Celie’s characteristic of resistance is dynamically changed from passive to active. Keywords: female bonding, girl’s talk, oppression toward women, African-American, early 20th century
Copyrights © 2017