Abstrak Di dalam masyarakat yang menganut sistem patriarki, secara umum, perempuan berada di bawah laki-laki dan memiliki akses dan kebebasan yang terbatas. Mereka tertekan dan dikendalikan. Tekanan yang dialami oleh perempuan membatasi pergerakan mereka, dengan demikian, mereka menunjukkan subjektivitas perempuan. Dalam novel Snow Flower dan Kipas Rahasia, Lisa See mencoba menggambarkan subjektivitas perempuan yang dilakukan oleh karakter perempuan, terutama yang dilakukan Lily dan Snow Flower. Subjektivitas perempuan memungkinkan perempuan untuk berpikir, berbicara, dan bertindak untuk diri mereka sendiri. Penindasan perempuan merupakan faktor mengapa subjektivitas perempuan terjadi; eksploitasi perempuan, marginalisasi perempuan, ketidakberdayaan, dan kekerasan. Sebagai hasil dari subjektivitas perempuan, karakter perempuan menunjukkan aksi perlawanan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai subjektivitas perempuan dan faktor yang menyebabkannya. Penelitian ini menggunakan teori post-struktural feminisme, konsep subjektivitas, dan konsep perlawanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa subjektivitas perempuan terjadi sebagai cara untuk memperoleh individualitas dan kepribadian. Penyebab subjektivitas perempuan disebabkan oleh penindasan perempuan yang dialami oleh karakter perempuan. Perempuan melakukan perlawanan dalam diam melalui pemberontakan dalam diam dan menulis nu shu yang mana nu shu berfungsi untuk memberi suara kepada para perempuan dan untuk menyimpan dan mencatat pengalaman perempuan. Kata Kunci: post-struktural feminis, subjektivitas perempuan, penindasan, perlawanan Abstract In a society where patriarchal system exists, generally, women are put below men and have limited access and freedom. They are being oppressed and controlled. The oppression limits the women moves, thus, they exhibit what is called as female subjectivity. In the novel Snow Flower and the Secret Fan, Lisa See tried to depict the female subjectivity by the female characters, especially from Lily and Snow Flower. Female subjectivity allows women to be able to think, to speak, and to act for themselves. Women’s oppression is the contributing factor of female subjectivity; women’s exploitation, women’s marginalization, powerlessness, and violence. As a result of female subjectivity, the female characters display the acts of resistance. Therefore, the purpose of this study is to find out the depiction of female subjectivity and the contributing factors to female subjectivity. This study uses post-structural feminism theory, concept of subjectivity, and concept of resistance. Thus, the study showed that the female subjectivity happens as a way to acquire selfhood and personality. The trigger of female subjectivity lies on women’s oppression experienced by the female characters. The women do silence resistance through silent rebellion and nu shu writing as it gives the women voices they need and to keep record of women’s experiences. Keywords:post-structural feminism, female subjectivity, oppression, resistance
Copyrights © 2017