Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis pengaruh teori fraud hexagon terhadap pendeteksian laporan keuangan. Teori fraud hexagon merupakan pengembangan dari teori fraud sebelumnya yaitu fraud triangle (Cressey, 1953) dan fraud diamond (Wolf dan Hermanson, 2004) dan fraud pentagon (Crowe, 2011). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris bahwa teori fraud hexagon berpengaruh dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2018-2021. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan tools program Eviews 10. Hasil dari penelitian ini adalah variabel tekanan (external pressure); kesempatan (pemantauan yang tidak efektif); dan rasionalisasi (perubahan auditor) berpengaruh terhadap terdeteksinya kecurangan laporan keuangan. Sedangkan variabel tekanan (target keuangan, stabilitas keuangan dan kepemilikan institusional); peluang (proksi pemantauan yang tidak efektif, kualitas audit eksternal dan komisaris dalam komite audit); rasionalisasi (perubahan auditor); kompetensi (perubahan direktur dan kualitas CEO); arogansi (banyaknya foto CEO) dan kolusi (banyak komisaris independen merangkap jabatan) tidak berpengaruh dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan.
Copyrights © 2022