Pengguanaan motor BLDC saat ini semakin banyak terutama di Indonesia. Efisiensi tinggi dari motor induksi, dimensi elektronik yang ramping, sistem sensor serta kontrol menjadi keunggulan. Salah satu kedala dari penggunaan motor BLDC masih sedikit pengembangan sistem kontroler motor BLDC. Kontroler menjadi sistem utama untuk menjalankan motor BLDC. Selain itu kontroler membutuhkan sistem pengaman untuk mencegah kesrusakan. Tujuan dari penelitian ini menganalisis serta mempelajari sistem pengaman arus dan tegangan pada kontroler untuk meminimalisir kerusakan. Metode pengambilan data pada penelitian ini dengan mengambil sampel nilai arus dan tegangan tertinggi di setiap variasi kontrol posisi pada kontroler Odrive dan variasi beban pada purwarupa kendaraan listrik. Hasil penelitian dengan motor BLDC Dys2826 1400kv menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan variasi kontrol posisi terhadap arus daan tegangan dari jarak 1 sampai 5 meter. Sedangkan variasi beban berpengaruh terhadap nilai arus dan tenganan pada beban 1 sampai 5 kilogram. Hal tersebut disebabkan karena motor membutuhkan arus yang besar ketika mempertahankan posisi pada mode kontrol posisi.
Copyrights © 2021