Balita yang berada di bawah garis merah dapat menjadi indikator awal mengalami masalah gizi yaitu gizi kurang atau gizi buruk sehingga perlu mendapatkan perhatian. Terdapat peningkatan kecenderungan proporsi balita yang tidak pernah ditimbang enam bulan terakhir sebesar 34,3%. Berdasarkan data Balita dengan status gizi buruk di Kota Mataram tertinggi di Wilayah Puskesmas Karang Pule 4,05%, Sedangkan balita dengan berat badan Bawah Garis Merah rata-rata sebanyak 136 balita. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui efektifitas modul Parenting Education terhadap tumbuh kembang balita Bawah Garis Merah (BGM). Metode penelitian yang digunakan digunakan dalam penelitian ini Quasi experimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Populasi penelitian adalah balita BGM yang berusia 0-2 tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Karang Pule dengan jumlah sample sebanyak 50 balita. Teknik sampling yang digunakan adalah tehnik non random sampling dengan purposive sampling. Cara pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner pengetahuan ibu, pengukuran BB Balita, penilaian perkembangan balita dengan instrument Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dalam penelitian ini uji t dependent/Paired t test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu rata-rata sebesar 1,17 poin setelah diberikan modul parenting education, terdapat peningkatan Berat Badan Balita bawah garis merah setelah intervensi penelitian, yang berarti ada pengaruh yang signifikan pemberian modul parenting education terhadap peningkatan BB Balita bawah garis merah dan terdapat peningkatan perkembangan balita BGM setelah diberikan modul parenting education. Tenaga kesehatan perlu secara berkala memberikan pendidikan kesehatan melalui parenting education selanjutnya melakukan obsevasi kepada ibu balita BGM dengan melakukan kunjungan rumah.
Copyrights © 2022