Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan campur kode yang terjadi dalam peristiwa jual beli di lingkungan pasar sentral Sungguminasa dan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya campur kode tuturan dalam peristiwa jual beli di lingkungan pasar sentral Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian adalah tuturan-tuturan yang di gunakan dalam peristiwa jual beli di pasar Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Instrumen kunci dan mengunakan alat bantu yang berupa panduan observasi dan tape recorder. Dari hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa dalam campur kode yang terjadi di pasar sentral Sungguminasa dalam peristiwa jual beli berupa campur kode dalam bentuk kata, frasa dan klausa. Peristiwa campur kode tersebut terjadi biasanya di lingkungan penjualan ikan, penjualan pakaian, penjualan sayur dan penjual barang pecah bela. Selain itu, campur kode tidak terjadi begitu saja melainkan dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya campur kode di pasar sentral Sungguminasa, yaitu karena penutur ingin memfokuskan pokok pembicaraan. Campur kode yang terjadi dominan dilakukan dari bahasa daerah Bugis-Makassar ke bahasa Indonesia dalam bentuk frasa dan klausa. Hal tersebut disebabkan oleh penutur berasal dari latar belakang kebudayaan yang sama dilakukan dengan suasana santai dan akrab. Dengan demikian dapat dikatakan dahwa percakapan yang dilakukan oleh para pelaku pasar sentral Sungguminasa, Kabupaten Gowa, merupakan tuturan bilingual.
Copyrights © 2019