Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang memperoleh pembelajaran problem posing dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional dan interaksi antara pembelajaran problem posing dengan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa. Jenis penelitian ini adalah kuasi ekperimen dengan desain kelas kontrol pretes-postes. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 27 Medan dengan sampel adalah siswa kelas VIII, yang berjumlah 87 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan awal matematik siswa dan tes kemampuan komunikasi matematik. Analisis data yang digunakan adalah uji-t dan ANAVA dua jalur. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa dan tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal siswa SMP Negeri 27 Medan terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa
Copyrights © 2018