Rendahnya rasa keingintahuan dan keengganan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat atau berdiskusi selain karena ketidakbiasaan melakukan argumentasi/debat juga disebabkan kurangnya literasi mahasiswa utamanya minat membaca untuk menggali pengetahuan baru. Dosen selaku tenaga pendidik memiliki tanggung jawab dalam capaian kompetensi soft skill maupun hard skill mahasiswa seperti yang diamatkan dalam PERMENRISTEKDIKTI. Transfer ilmu yang diberikan dari dosen kepada mahasiswa dikatakan berhasil apabila mahasiswa selain mampu memahami ajaran yang diberikan juga mampu menerapkan serta menyebarluaskan ajaran yang diberikan. Tentunya untuk diperlukan kemampuan argumentasi untuk dapat menyebarluaskan pengetahuan yang dimiliki mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang mana ingin menjelaskan mengenai peranan filsafat Nyaya-Vaisesika dalam meningkatkan kompetensi agumentasi mahasiswa. Nyaya dan Vaisesika merupakan filsafat yang mengajarkan realisme logis, kritis dan analisis dalam memecahkan masalah dan meletakkan konsep yang benar dalam memperoleh pengetahuan yang benar sehingga sering digunakan sebagai dasar dalam argumentasi dan diskusi. Sumbangan Filsafat Nyaya–Vaisesika sangat berarti terhadap alam pemikiran Hindu karena dengan mempelajarinya seseorang akan belajar untuk menggunakan kecerdasannya untuk menemukan kekeliruan dan menganalisanya sehingga tidak terjebak dengan diskusi atau argument tasi tanpa dasar pengetahuan yang jelas dan benar.Kata kunci : Nyaya Vaisesika, Argumentasi, Darsana
Copyrights © 2022