The aim of this research to prove whether there is a relationship between self-regulation anda FoMO in adolescents which use social media in Kupang City. This research used a quatitaive approach. This research used accidental sampling technique. The subjects were 125 adolescents which use social media in Kupang City. The data collection method used the Self-regulation Questionnaire (SRQ) which consists of 43 items with α = 0.933 and foMO scale from Przybylski which consists of 9 items with α = 0.89. The data analysis technique using the Pearson Product Moment correlation test resulted in a calculated r value = -0,116 and a P value = 0.099 (p < 0.05). this means that there is no negative and significant relationship between self-regulation and FoMO in adolescents which use social media in Kupang City.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada hubungan antara regulasi diri dengan FoMO pada remaja yang menggunakan media sosial di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Subjek penelitian adalah 125 remaja pengguna media sosial di Kota Kupang. Metode pengumpulan data menggunakan Self-Regulation Questionnaire (SRQ) yang terdiri dari 43 item dengan = 0,933 dan skala FoMO dari Przybylski yang terdiri dari 9 item dengan = 0,89. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment diperoleh nilai r hitung = -0,116 dan nilai P = 0,099 (p < 0,05). Hal ini berarti tidak terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara regulasi diri dengan FoMO pada remaja pengguna media sosial di Kota Kupang.
Copyrights © 2022