Kejadian flebitis merupakan salah satu infeksi yang sering ditemukan (nomor urut 4) pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit. Angka kejadian flebitis di RSUD dr. Adnaan WD dalam 2 tahun terakhir selalu berada diatas Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu 1,5 %. Hasil observasi terhadap 5 pasien yang dirawat, ditemukan 3 orang pasien yang menunjukkan adanya gejala flebitis. Diantara 5 pasien tersebut, terdapat 3 orang dengan lokasi pemasangan di vena metakarpal dan 2 orang pasien yang sudah dilakukan penggantian infus setelah lebih 3 hari pemasangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian flebitis. Metode penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien yang terpasang infus di ruangan Cempaka I RSUD dr. Adnaan WD, dengan jumlah rata-rata 96 orang per bulan, dengan pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 49 orang. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji chi-square. Hasil: Analisa univariat didapatkan 46,9 % responden dengan lama pemasangan infus 3 hari dan 67,3 % tidak terjadi flebitis. Hasil bivariat ada hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian flebitis pada pasien (p = 0,001). Disimpulkan bahwa ada hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian flebitis. Diharapkan pada petugas kesehatan di RSUD dr. Adnaan WD agar dapat melakukan pemasangan infus pada lokasi yang tidak terlalu beresiko flebitis dan mengganti infus setiap 3 hari sekali.
Copyrights © 2021