Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 1 No. 4: Desember 2021

LAMA PEMASANGAN INFUS DENGAN KEJADIAN PLEBITIS PADA PASIEN DI RUANGAN CEMPAKA I RSUD DR. ADNAAN WD

Dia Resti Dewi Nanda Demur (Program Studi Pendidikan Ners Universitas Perintis Indonesia)



Article Info

Publish Date
24 Dec 2021

Abstract

Kejadian flebitis merupakan salah satu infeksi yang sering ditemukan (nomor urut 4) pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit. Angka kejadian flebitis di RSUD dr. Adnaan WD dalam 2 tahun terakhir selalu berada diatas Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu 1,5 %. Hasil observasi terhadap 5 pasien yang dirawat, ditemukan 3 orang pasien yang menunjukkan adanya gejala flebitis. Diantara 5 pasien tersebut, terdapat 3 orang dengan lokasi pemasangan di vena metakarpal dan 2 orang pasien yang sudah dilakukan penggantian infus setelah lebih 3 hari pemasangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian flebitis. Metode penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien yang terpasang infus di ruangan Cempaka I RSUD dr. Adnaan WD, dengan jumlah rata-rata 96 orang per bulan, dengan pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 49 orang. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji chi-square. Hasil: Analisa univariat didapatkan 46,9 % responden dengan lama pemasangan infus 3 hari dan 67,3 % tidak terjadi flebitis. Hasil bivariat ada hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian flebitis pada pasien (p = 0,001). Disimpulkan bahwa ada hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian flebitis. Diharapkan pada petugas kesehatan di RSUD dr. Adnaan WD agar dapat melakukan pemasangan infus pada lokasi yang tidak terlalu beresiko flebitis dan mengganti infus setiap 3 hari sekali.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...