Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SUPERVISI DENGAN PENERAPAN PENGURANGAN RISIKO PASIEN JATUH Vera Sesrianty; Herlina Bahari Harahap; Dia Resti DND
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.643 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v11i1.505

Abstract

Keselamatan pasien merupakan sistem yang dibentuk oleh rumah sakit untuk mencegah dan mengurangi kesalahan dalam perawatan pasien. Salah satu standar dari sasaran keselamatan pasien adalah pengurangan risiko pasien jatuh. Tingkat pengetahuan dan supervisi sangat berperan penting dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui berhubungan pengetahuan perawat dan supervisi dengan penerapan sasaran keselamatan pasien (pengurangan risiko pasien jatuh) di Instalasi Rawat Inap C Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel ada 43 perawat dengan teknik total sampling. Hasil uji univariat didapat kan hasil sebanyak 24 perawat (55,8 %) memiliki tingkat pengetahuan cukup, 28 perawat (65,1%) dengan supervisi cukup, dan 34 (79,1%) menyatakan penerapan pengurangan resiko pasien jatuh dalam kategori baik. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji chi-square dimana terdapat hubungan yang bermakna anatara pengetahuan (p=0,002) dan supervisi (p=0,001) dengan penerapan pengurangan risiko pasien jatuh, diharapkan kepada perawat untuk meningkatkan pengetahuan dalam penerapan sasaran keselamatan pasien khusunya pengurangan risiko pasien jatuh, dan kepada rumah sakit agar meningkatkan sosialisasi dan supervisi kepada seluruh perawat agar penerapan sasaran keselamatan pasien dapat lebih baik.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN TERPASANG INFUS DI RUANG RAWAT INAP INTERNE RELATIONSHIP OF CHARACTERISTICS WITH ANXIETY LEVELS IN INSTALLED PATIENTS INFUSION IN THE INPATIENT ROOM Dia Resti Dewi Nanda Demur
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.536 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v11i1.504

Abstract

Jumlah pasien yang mendapatkan terapi infus diperkirakan sekitar 25 juta pasien per tahun di Inggris, dan mereka telah dipasang berbagai bentuk alat akses intravena selama perawatannya(Wayunah, Nurachmah, & Mulyono, 2013) . Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan tingkat kecemasan pada pasien terpasangan infus di Ruang Rawat Inap Interne. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 63 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan pada 6 sampai 19 Februari 2018. Hasil penelitian lebih dari separoh yaitu 39 responden (61,9%) usia dewasa madya , 45 responden (71,4%) berjenis kelamin perempuan, 37 responden (58,7%) pendidikan SMP dan 34 responden (54,0%) yang bekerja, lebih dari separoh 30 responden (47,6%) memiliki tingkat kecemasan ringan dan 33 responden (52,4%) memiliki tingkat kecemasan sedang. Analisa bivariat ada hubungan usia dengan tingkat kecemasan pada pasien terpasang infus diperoleh nilai (p value = 0,008), tidak ada hubungan jenis kelamin dengan tingkat kecemasan pada pasien terpasang infus diperoleh nilai (p value = 0,086), tidak ada hubungan pendidikan dengan tingkat kecemasan pada pasien terpasang infus diperoleh nilai (p value = 0,140), ada hubungan pekerjaan dengan tingkat kecemasan pada pasien terpasang infus diperoleh nilai (p value = 0,000). Saran bagi Rumah Sakit untuk dapat meningkatkan karakteristik dengan tingkat kecemasan pada pasien terpasang infus dan dapat dijadikan landasan dalam melakukan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan perawat.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN TERPASANG INFUS DI RUANG RAWAT INAP INTERNE RSUD DR. ACHMAD MOCHTAR BUKITINGGI Dia Resti Dewi Nanda Demur
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 5 No 2 (2018): DESEMBER 2018 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.6 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v5i2.141

Abstract

Abstract According to WHO (World Health Organization, 2010) each year is estimated about 20% - 50% adults reported a sleep disorder and about 17% suffered serious sleep disorders. The purpose of this study was to determine association of sleep quality towards anxiety level with IV Catheter Therapy in Medical Internal Ward General Hospital Dr Achmad Mochtar Bukittinggi 2018. This research using descriptive analytic approach with cross sectional design. Data were processed with Chi Square test. The sample in this research are 63 respondents. Tool data collection using questionnaires. The data analysis of univariate more than half are 30 respondents (47,6%) has a good sleep quality and 33 respondents (52,4%) have bad sleep quality, more than half are 30 respondents (47,6%) have mild anxiety level and 33 respondents (52,4%) have a moderate anxiety level. There is a correlation bivariate analysis the existence of sleep quality to the level of anxiety With IV Catheter Therapy In Medical Internal Ward General Hospital Dr Achmad Mochtar Bukittinggi the value of p = 0,000. It is suggested that this research for general hospital Dr Achmad Mochtar Bukittinggi able to improve the quality of patient sleep and the characteristics anxiety levels where can be used as a basis for interving and improving nurses knowledge. Keywords : Anxiety Level, Sleep Quality
KOMBINASI STRETCHING ACTIVE DAN BRISK WALKING TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH KLIEN HIPERTENSI Ida Suryati; Dia Resti Dewi Nanda Demur; Ririn Khairina
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 4 No 2 (2017): DESEMBER 2017 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.697 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v4i2.229

Abstract

This research was motivated by teh increasing of hypertension accidents.In 2013 patient hypertension as many as 168 people, 2014 increased 190 people and 2015 as many as 225. One of the non pharmacological managements of patient hypertension is activity excercise. Activity excersise is recomended for patients with hypertension is stretching active and brisk walking which can decrease blood pressure the patient. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of active stretching and brisk walking to the decrease in blood pressure. This research method was quasi experimental design with one group pretest-posttest. Intervention in the form of implementation of active stretching and brisk walking for 2 weeks. The study sample as many as 19 people in Puskesmas Plus Mandiangin London in 2016. The results show that there is the influence of a combination of active stretching and brisk walking to the decrease in blood pressure. Results Wilcoxon Signed Rank Test showed the difference in systolic and diastolic pressure before and after the intervention (p = 0.000). The average difference in systolic blood pressure measurements pre-post is (20.526 ± 12.236). And the average difference in diastolic blood pressure measurements pre-post is (12.632 ± 5.620). This study concludes that significantly active stretching and brisk walking can lower blood pressure in hypertensive patients.
HUBUNGAN FAKTOR RESIKO EKSTRINSIK DENGAN DERAJAT ASMABERULANG PADA PASIEN ASMA BRONKHIAL DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM Dia Resti Dewi Nanda Demur
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 4 No 2 (2017): DESEMBER 2017 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.034 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v4i2.232

Abstract

Asthma is a chronic inflammatory disease of the airways that is characterized recurrent attacks of breathlessness and wheezing, the situation varies in severity and frequency from person to person. Type a descriptive analytic study design with a cross-sectional study, conducted date collectionwas done july 19-2, 2015. in the study population was all patients in the clinic of bronchial asthma disease in hospitals DR.achmad Mochtar Bukittinggi. The sampling technique was accidental sampling using a questionnaire with a sample of 30 people. Analysis of the data was processed and analyzed using a computerized program with univariate and bivariate analysis using chi-square test (p<0,05). The results obtained the majority of respondents exposed to the dust factor in patients with bronchial asthma by 80%, exposure to cigarette smoke as much as 73.3%, and the factor of climate change as much as 70%. Research shows there is a significant association between the risk factors of dust, cigarette smoke risk factors and climate change risk factors (p = 0.046, p = 0.001 and p = 0.004). Based on this study concluded that the degree of asthma in patients with bronchial asthma recurring multi-factor causes. It is advisable in patients with bronchial asthma can determine risk factors for asthma relapse repeatedly to prevent a recurrence. Health services are expected to be able to provide counseling and health education to both family and for patients with bronchial asthma
Beban Kerja Dan Motivasi Dengan Perilaku Caring Perawat Dia Resti Dewi Nanda Demur; Rizanda Mahmud; Fitra Yeni
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 6 No 2 (2019): DESEMBER 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.534 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v6i2.303

Abstract

Keberhasilan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pelayanan keperawatan yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu bentuk pelayanan keperawatan adalah perilaku caring perawat yang merupakan inti dalam praktek keperawatan professional. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dirasa perlu melakukan penelitian tentang perilaku caring perawat.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan beban kerja dan motivasi dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi Yarsi Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif analitik dengan mengunakan pendekatan cross sectional yang melibatkan 80 perawat di ruang rawat inap RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner dan observasi. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa perawat yang berperilaku caring kurang baik sebanyak (53,8%). Beban kerja lebih dari standard waktu optimum produktif (80%) terutama pada shift pagi (99,03%) diikuti shift sore (97,37%) dan shift malam (78,73%). Perawat yang memiliki motivasi tinggi untuk menerapkan perilaku caring sebanyak (57,5%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa beban kerja mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku caring (p=0,002) dan motivasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku caring (p=0,018) dan beban kerja merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku caring. Disarankan bagi bidang keperawatan perlu dipertimbangkan pengelolaan tenaga perawat agar beban kerja perawat menjadi lebih seimbang.
Kualitas Hidup Caregiver Skizofrenia: A Cross Sectional Study Aldo Yuliano Mas Putra; Yuli Permata Sari; Dia Resti Dewi Nanda Demur
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 7 No 1 (2020): JUNI 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.072 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v7i1.423

Abstract

Penderita Skizofrenia di rumah membutuhkan bantuan dan pertolongan dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Caregiver memiliki stressor yang lebih tinggi dalam merawat anggota keluarga dengan Skizofrenia. Banyak caregiver yang tidak mampu mengantisipasi masalah tersebut dan berdampak terhadap kondisi psikologis, kesehatan mental dan kualitas hidup mereka. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara beban dengan kualitas hidup pada caregiver klien skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan mengunakan pendekatan cross sectional yang melibatkan 79 caregiver pada klien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Zarit Burden Interview untuk beban caregiver dan WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup caregiver. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa caregiver memiliki beban ringan (39,2%) dan kualitas hidup caregiver rendah (60,8%). Uji statistik Chi-Square membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara dimensi beban; beban fisik (0,033), beban emosional (0,008), beban ekonomi (0,002), beban sosial (0,047) dan beban caregiver mempunyai hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup caregiver (X2=0,004). Disarankan bagi Puskesmas agar memiliki program untuk meningkatkan koping keluarga melalui strategi pemecahan masalah bersama anggota keluarga, memberikan dukungan spiritual dan sosial dalam merawat anggota keluarga dengan Skizofrenia.
LAMA PEMASANGAN INFUS DENGAN KEJADIAN PLEBITIS PADA PASIEN DI RUANGAN CEMPAKA I RSUD DR. ADNAAN WD Dia Resti Dewi Nanda Demur
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 4: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.447 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i4.853

Abstract

Kejadian flebitis merupakan salah satu infeksi yang sering ditemukan (nomor urut 4) pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit. Angka kejadian flebitis di RSUD dr. Adnaan WD dalam 2 tahun terakhir selalu berada diatas Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu 1,5 %. Hasil observasi terhadap 5 pasien yang dirawat, ditemukan 3 orang pasien yang menunjukkan adanya gejala flebitis. Diantara 5 pasien tersebut, terdapat 3 orang dengan lokasi pemasangan di vena metakarpal dan 2 orang pasien yang sudah dilakukan penggantian infus setelah lebih 3 hari pemasangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian flebitis. Metode penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien yang terpasang infus di ruangan Cempaka I RSUD dr. Adnaan WD, dengan jumlah rata-rata 96 orang per bulan, dengan pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 49 orang. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji chi-square. Hasil: Analisa univariat didapatkan 46,9 % responden dengan lama pemasangan infus 3 hari dan 67,3 % tidak terjadi flebitis. Hasil bivariat ada hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian flebitis pada pasien (p = 0,001). Disimpulkan bahwa ada hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian flebitis. Diharapkan pada petugas kesehatan di RSUD dr. Adnaan WD agar dapat melakukan pemasangan infus pada lokasi yang tidak terlalu beresiko flebitis dan mengganti infus setiap 3 hari sekali.
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Diwilayah Kerja Puskesmas Belimbing Tahun 2022 Mera Delima; Dia Resti DND; Pelia Peltresia
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9048

Abstract

Mutu Pelayanan Kesehatan adalah suatu hal yang diharapkan dan menjadi kebutuhan dasar setiap orang. indikator keberhasilan pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien. Namun sampai saat ini usaha Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan kesehatan belum dapat memenuhi harapan masyarakat. ketidakpuasan pasien disebabkan oleh beberapa hal yaitu gagal berkomunikasi, krisis waktu, kualitas produk atau jasa, kualitas pelayanan, harga, dan biaya. Hal ini menyebabkan kepuasan pasien masih kurang. Tujun penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Belimbing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel 45 responden. Teknik pengambilan sampel secara analitik dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, mutu pelayanan dengan nilai validasi 0,313-0,871 dan nilai reliabilitas 0,649-0,887. Kuesioner kepuasan pasien dengan nilai validitas 0,637-0,849 dan nilai reliabilitas 0.950. Mutu pelayanan tergolong baik dengan persentase sebesar 80,0%. Tingkat kepuasan tergolong puas persentase sebesar 84,4%. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan antara mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan diwilayah kerja puskesmas Belimbing dengan nilai p=0,000 dan nilai r=0,637. Saran yang diberikan sebaiknya Puskesmas Belimbing terus meningkatkan mutu pelayanan agar memberikan kepuasan kepada pasien sesuai harapan, sehingga semakin baik mutu pelayanan yang diberikan maka semakin tinggi kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KINERJA PERAWAT DI IRNA C RS X BUKITTINGGI Vera Sesrianty; Putri Indriani; Dia Resti DND
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15618

Abstract

Kinerja adalah suatu kemampuan yang dimiliki seseorang dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh   atasan   sehingga   dapat diselesaikan  dengan kemampuan, kemauan  dan  keterampilan. Kinerja perawat dapat menentukan mutu pelayanan kesehatan, sehingga dibutuhkan perawat yang berkualitas. Salah satu factor yang yang mempengaruhi kinerja perawat adalah self eficacy. Self efficacy adalah keyakinan seseorang bahwa mereka dapat melakukan tugas tertentu dengan sukses, sehingga rasa percaya diri perawat terhadap kemampuannya sendiri tinggi karena tidak mudah menyerah untuk memecahkan masalah dalam hal pemberian asuhan  keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Desain  penelitian  menggunakan  metode  Deskriptif analitik  dalam  bentuk  Cross  sectional.  Instrument menggunakan kuesioner GSES (General Self efficacy Scale) dan kuesioner kinerja perawat. Sampel penelitian ini adalah perawat sebanyak 37 responden. Hasil penelitian  ini  didapatkan self efficacy rendah (59,5%) dan  kinerja  perawat  (56,8%). Hasil uji statistic nilai P value = 0,000 (p<0,5) ada hubungan antara self efficacy dengan kinerja perawat, untuk itu disimpulkan bahwa  adanya hubungan signifikan  antara self efficacy dengan kinerja perawat di Ruangan IRNA C RS X Bukittinggi. Saran  untuk  pihak Rumah Sakit dimana dapat melakukan supervisi keruangan serta memberikan lebih banyak pelatihan  kepada perawat agar terciptannya sebuah  kepercayaan diri yang tinggi dalam melakukan asuhan keperawatan sehingga tercipta kinerja yang baik.