Dermaga Pelayaran Rakyat Gresik merupakan pelabuhan yang diperuntukkan kegiatan kapal pengangkutan penumpang dan barang serta mempunyai kunjungan kapal yang cukup tinggi sehingga kegiatan bongkar muat barang dari kapal menuju kedaratan, maupun dari darat menuju ke kapal merupakan proses yang sangat penting bagi berjalannya roda perekonomian. Padatnya aktivitas bongkar muat di Dermaga Pelayaran Rakyat Gresik tentu memiliki risiko tersendiri khususnya risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tujuan penelitian ini untuk memberikan rekomendasi kebijakan terkait proses bongkar muat di Pelayaran Rakyat Gresik menggunakan metode Matrik Risiko dan FMEA. Hasil panilaian risiko menggunakan analisis matrik menunjukkan secara umum kategori risiko berada di tingkat rendah (56%) dan sedang (44%). Hasil analisis FMEA menunjukkan nilai Risk Priority Number (RPN) berada pada prioritas kedua, ketiga, dan risiko yang masih dapat diterima. Adapun sebaran nilai RPN yaitu prioritas kedua untuk dilakukan control process (11%), prioritas ketiga untuk dilakukan control process (33%), dan risiko yang masih dapat diterima berdasarkan kondisi pasti selama tidak ada perubahan parameter RPN (56%). Hal ini membuktikan perlu adanya strategi mitigasi risiko yang perlu dilakukan. Kata Kunci : Bongkar muat, metode matriks risiko, FMEA (Failure Mode Effect and Analysis), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Copyrights © 2022