Kesejahteraan subjektif adalah persepsi dan pengalaman pribadi dari respon emosional positif dan negatif yang mengarah kepada kepuasan hidup seseorang. Seyogjanya seorang santri yang mengamalkan puasa ngrowot memiliki kesejahteraan subjektif pula meskipun harus menahan diri untuk memakan nasi sebagai upaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji faktor-faktor kesejahteraan subjektif santri yang mengamalkan puasa ngrowot. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitiatif dengan pendekatan fenomenologi yang diartikan sebagai pandangan berfikir yang menekankan pada fokus pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. Terdapat empat faktor yang memengaruhi kesejahteraan subjektif santri yang mengamalkan puasa ngrowot antara lain; spiritualitas berupa keyakinan maupun ritual, kepasrahan, dukungan sosial, dan tujuan hidup.
Copyrights © 2020