Intubasi endotrakeal adalah tindakan yang dilakukan dalam anestesi umum dengan cara memasukkan pipa endotrakeal ke saluran napas. Tindakan ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi mulai dari yang ringan sampai berat. Salah satu komplikasi ringan yang dapat terjadi pasca intubasi adalah nyeri tenggorokan. Tindakan farmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian obat anti inflamasi nonsteroid dan steroid seperti deksametason dan metilprednisolon. Sampai saat ini belum ada obat tunggal yang diterima secara luas dan dijadikan baku emas untuk terapi nyeri tenggorokan pasca operasi. Penelitian ini merupakan penelitian randomized post-test only double blinded yang dilakukan di RS Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada bulan Juni 2019-Juli 2019 sampai jumlah sampel terpenuhi, didapatkan total 50 sampel. Rerata NRS 1 jam pascaekstubasi pada kelompok deksametason dan metilpredinosolon sebesar 0,88±0,927 dan 0,64±0,700. Rata-rata NRS 6 jam pascaekstubasikelompok deksametason dan metilprednisolon sebesar 0,64±0,70 dan 0,52±0,51. Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata antar keduanya (p=0,420 dan p=0,671). Tidak terdapat perbedaan efektivitas pemberian injeksi metilprednisolon 1mg/kgBB/IV dengan injeksi deksametason 0,2mg/kgBB/IV terhadap nyeri tenggorokan pascaintubasi dinilai menggunakan NRS pada pasien dengan anestesi umum di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang.
Copyrights © 2020