JURNAL AGROTEKNOSAINS
Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agroteknosains

Potensi Jamur Trichoderma spp Untuk Mengendalikan Jamur Phatogen Tanah (Layu Bakteri dan Layu Fusarium) pada Tanaman Kentang

Rasiska Tarigan (Balai Penelitian Tanaman Sayuran Kebun Percobaan Berastagi)
Susilawati Barus (Balai Penelitian Tanaman Sayuran Kebun Percobaan Berastagi)
Rina C Hutabarat (Balai Penelitian Tanaman Sayuran Kebun Percobaan Berastagi)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2018

Abstract

Kentang merupakan salah satu komoditas hortikultura dengan nilai ekonomi tinggi. Masalah budidaya kentang merupakan salah satu serangan penyakit tanaman. Penyakit pengendali menggunakan jamur antagonis. Penelitian yang bertujuan adalah untuk mendapatkan jenis Trichoderma spp yang secara spesifik mengendalikan jamur phatogen serangan kentang di lapangan. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Berastagi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorilal dengan tiga ulangan. Perlakuan pertama adalah waktu aplikasi Trichoderma yang terdiri dari WT1 = Terapan Trichoderma spp diberikan satu minggu sebelum penanaman kentang di lapangan. WT2 = Terapan Trichoderma spp diberikan satu minggu setelah tanam, WT3 = Terapan Trichoderma spp diberikan dua minggu setelah tanam. Faktor kedua adalah jenis isolat Trichoderma spp terdiri dari JT 1 = Trichoderma koninggi, JT2 = Trichoderma harzianum, JT3 = Trichoderma viride. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi Trichoderma spp (W1 = 1 minggu sebelum tanam) dan Trichoderma viride lebih efektif menekan persentase penyakit layu bakteri, layu fusarium dan hawar daun dan intensitas penyakit hawar daun (Phytopthora infestans) pada bidang. Dalam produksi kentang yang diproduksi Trichoderma harzianum lebih tinggi pottao produksi daripada Trichoderma viride tetapi berbeda signifikan kentang produksi penggunaan Trichoderma viride

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

AGROTEKNOSAINS

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Agrotechnoscience journal aims to encourage the development of science and technology in the field of research-based agriculture including: (a) agribusiness, (b) husbandry, (c) fisheries, (d) agroindustry, (e) postharvest industry, (f) genetic engineering, (g) environment, and (h) food ...