Pendidikan Geografi
Vol 12, No 2 (2014): Desember 2014

DAMPAK PERLADANGAN BERPINDAH PADA EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN HUTAN




Article Info

Publish Date
30 Dec 2014

Abstract

Sulistinah *)   Abstrak: Sistem pertanian dengan cara ladang berpindah dapat menjadi salah satu bentuk system pertanian yang banyak diminati dari dulu hingga saat ini. Kegiatan ladang berpindah yang dilakukan secara berlebihan menyebabkan kerusakan serius terhadap ekosistem dan lingkungan hutan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui atau membahas tentang faktor-faktor yang menyebabkan petani melakukan ladang berpindah, membahas tentang dampak dari ladang berpindah, serta bagaimana upaya mengurangi dampak kegiatan ladang berpindah. Faktor-faktor penyebab ladang berpindah adalah 1) Faktor ekonomis mencakup harga, akses pasar, modal dan kebutuhan ekonomi rumah tangga, 2) Faktor ekologis meliputi kualitas tanah, topografi lahan, dan perilaku tanaman, 3) Faktor social meliputi status social dan hubungan-hubungan social, 4) Faktor cultural mencakup pengetahuan, kepercayaan, dan nilai-nilai budaya yang terkait dengan pengelolaan lahan hutan. Dampak dari perladangan berpindah yaitu : terjadi pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau, terjadi penurunan kesuburan tanah secara drastis, terjadi perubahan iklim mikro dan iklim makro, terjadi gangguan habitat satwa, terjadi penurunan biodirensitas, dan terjadi peningkatan luas lahan alang-alang. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi laju perladangan berpindah adalah peraturan yang terstruktur yang di mulai dari pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah, kemudian pengembangan model perladangan agroforestry (wanatani) dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Usaha mengurangi dampak dari ladang berpindah dapat dilakukan dengan  metode tanpa olah tana, pengolahan tanah minimal, dan pengolahan tanah menurut kontur.   Kata Kunci : perladangan berpindah, ekosistem

Copyrights © 2014