Artikel ini secara substantif memaparkan Teori Kode-Kode Bicara dari Gerry Philipsen. Secara ringkas hal ini meliputi latar belakang lahirnya teori, substansi Teori Kode Berbicara; bentuk/penampilan etnografi; kritik terhadap teori; dan kesimpulan. Hasil pembahasan memperlihatkan salah satu dari lima inti teori itu yaitu terkait dengan dalil yang dinyatakannya dalam bentuk proposisi, bahwa “di mana ada suatu perbedaan budaya, di sana akan ditemukan kode berbicara yang berbeda pula”. Memetik makna dalil dimaksud dalam kaitannya dengan sejumlah contoh kasus tentang bekerjanya Teori Kode-Kode Berbicara dalam realitas kehidupan sehari-hari sebelumnya, maka ini menandakan bahwa bagi bangsa Indonesia teori ini sebenarnya dapat menjadi penegas dan petunjuk praktis bagi setiap individu dari suatu komunitas etnis bangsa Indonesia dalam berkomunikasi lintas budaya agar terwujudnya harmonisasi.
Copyrights © 2014