Artikel ini menjawab dua pertanyaan penelitian: (i) bagaimana gambaran tentang kesenjangan digital yang disebabkan oleh penggunaan teknologi digital di Desa Bejiarum kota Wonosobo, dan (ii) apa yang dapat dilakukan untuk pengembangan intervensi mengatasi kesenjangan digital itu? Untuk menjawab kedua pertanyaan itu, metode dan wawancara dan Focused Group Discussion (Diskusi Kelompok Pumpunan) digunakan untuk mengumpulkan informasi, yang dilakukan secara fleksibel selama 10 hari tinggal di Wonosobo. Jawaban atas pertanyaan satu menunjukkan kepemilikan dan penggunaan teknologi digital yang merata, hampir tidak ada kesenjangan antara anak dan orang tua. Sedangkan jawaban atas pertanyaan dua menunjukkan perlunya pengembangan pengorganisasian penggunaan teknologi digital di tingkat RW melalui program WiFi berbasis RT.
Copyrights © 2020